Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jaba Sisi Pura Penimbangan Porak Poranda Diterjang Gelombang Pasang, Supriatna Janji Fasilitasi Perbaikan

Eka Prasetya • Rabu, 11 September 2024 | 21:02 WIB

 

CEK LOKASI: Ketua sementara DPRD Buleleng, Gede Supriatna (kiri) dan Penyarikan Desa Adat Panji, Gusti Nyoman Mangku (dua dari kiri) melihat kerusakan di Pura Segara Penimbangan.
CEK LOKASI: Ketua sementara DPRD Buleleng, Gede Supriatna (kiri) dan Penyarikan Desa Adat Panji, Gusti Nyoman Mangku (dua dari kiri) melihat kerusakan di Pura Segara Penimbangan.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Areal jaba sisi Pura Segara Penimbangan di Desa Baktiseraga, Buleleng porak poranda gara-gara diterjang gelombang pasang.

Sudah berbulan-bulan pura tersebut rusak dihantam gelombang. Namun hingga kini belum ada perbaikan berarti.

Krama desa adat akhirnya melakukan perbaikan secara swadaya. Krama desa melakukan perbaikan secara bertahap di kawasan Pantai Penimbangan sejak Minggu (8/9/2024).

Perbaikan itu dilakukan setelah Desa Adat Panji mendapatkan bantuan berupa batu dari salah seorang pengusaha di Singaraja.

Penyarikan Desa Adat Panji, Gusti Nyoman Mangku mengungkapkan, hampir setiap tahun jaba sisi Pura Segara Penimbangan diterjang gelombang pasang.

Biasanya kerusakan hanya bersifat ringan. Sehingga bisa dilakukan perbaikan lewat kas desa adat, atau lewat sumbangan krama desa adat.

Tapi tahun ini, kerusakan cukup parah. Kas desa adat tidak cukup untuk melakukan perbaikan. Ditambah lagi, biaya yang diperlukan cukup besar.

“Ini dampak gelombang pasang sasih kaulu, sekitar bulan Maret itu. Semakin lama semakin parah. Biasanya kalau ada kerusakan, bisa lewat kas desa adat. Tapi ini benar-benar minim kas kami,” ujarnya.

Pantauan RadarBuleleng.id, areal yang mengalami cukup luas. Lebarnya mencapai 10 meter, dengan panjang sekitar 25 meter.

Krama desa berharap pemerintah bisa membantu perbaikan secara permanen. Selain itu menyiapkan pemecah ombak, sehingga kerusakan bisa berkurang.

“Harapan kami sih bisa ada perbaikan permanen dan pemecah ombak. Ini kami lakukan perbaikan sementara dulu, karena purnama kapat bulan depan ini sudah piodalan,” ujarnya.

Hal itu pun mendapat perhatian dari Ketua sementara DPRD Buleleng, Gede Supriatna. Ia berjanji akan mengkomunikasikan upaya perbaikan kepada pemerintah daerah.

Menurutnya pemerintah sebenarnya bisa melakukan perbaikan terhadap fasilitas ibadah itu. Karena kerusakan terjadi akibat bencana alam.

“Menurut saya, ini tidak harus menunggu. Saya rasa perbaikan pura ini bisa menggunakan dana bencana dari pemerintah,” katanya.

Khusus untuk pemecah ombak, kata Supriatna, perlu koordinasi lebih lanjut dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida yang berwenang soal kawasan pesisir.

“Paling tidak ada penanggulangan jangka pendek, karena di pura ini mau piodalan,” tegasnya.

Asal tahu saja, Pura Segara Penimbangan merupakan pura tri kahyangan yang di-sungsung oleh krama Desa Adat Panji.

Pura itu juga punya nilai historis yang cukup kuat. Dari aspek sejarah, pura tersebut merupakan Raja Buleleng I Gusti Anglurah Panji Sakti membebaskan kapal dagang dari China yang tersangkut karang. Konon Panji Sakti hanya menghunuskan keris untuk mendorong kapal tersebut agar bebas dari karang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#dprd buleleng #Penimbangan #pantai penimbangan #Pura Segara Penimbangan #baktiseraga #buleleng #panji #pura