SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kabupaten Buleleng mendapat bantuan berupa paket irigasi perpompaan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI).
Total ada sebanyak 14 paket irigasi yang diberikan kepada sejumlah subak di Buleleng untuk meningkatkan produksi padi di tengah kekurangan air akibat musim kering.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, mengungkapkan bahwa bantuan ini bertujuan untuk mendukung Perluasan Areal Tanam (PAT), terutama di musim kemarau, guna memastikan ketersediaan air bagi lahan irigasi dan lahan tadah hujan.
Menurut Melandrat, bantuan ini juga merupakan respon atas dampak fenomena El Nino yang menyebabkan mundurnya masa tanam padi pada tahun ini.
Kondisi tersebut dikhawatirkan akan memengaruhi hasil produksi padi, terutama selama kemarau panjang.
Program PAT ditargetkan akan mencakup 320 hektar lahan padi, dengan setiap subak menerima fasilitas seperti mesin pompa, rumah pompa, bak penampungan, serta jaringan distribusi air.
Bantuan ini dianggap sangat membantu petani di Buleleng, khususnya mereka yang memiliki lahan di daerah hilir seperti Penarukan, Sawan, Banyuning, dan Kalisada, yang sering mengalami kesulitan air selama musim kemarau.
Biasanya, masa tanam padi hanya berkisar 2 hingga 3 kali setahun, namun dengan bantuan ini, diharapkan masa tanam bisa dioptimalkan hingga mencapai 3 kali tanam.
Selain paket irigasi, program PAT tahun ini juga dilengkapi dengan alat pertanian lain, seperti 1 unit mesin pompa portabel yang digunakan oleh dua subak, serta 24 unit traktor roda dua untuk mendukung pengolahan lahan.
Tak hanya itu, bantuan berupa benih padi gogo juga diberikan untuk lahan seluas 192 hektar yang terfokus pada lahan kering dan tadah hujan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya