Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Hotel Bintang Empat di Buleleng Mendadak Bangkrut. Karyawan Ditelantarkan, Manajemen Sulit Dihubungi

Eka Prasetya • Selasa, 15 Oktober 2024 | 01:22 WIB

 

MEWAH: Hotel Spa Village Resort saat masih aktif beroperasi. Hotel itu merupakan salah satu hotel bintang empat di Buleleng.
MEWAH: Hotel Spa Village Resort saat masih aktif beroperasi. Hotel itu merupakan salah satu hotel bintang empat di Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sebuah hotel bintang empat di Buleleng, mendadak tutup pada akhir September lalu. Hotel tersebut kemudian resmi menghentikan seluruh aktivitasnya mulai Selasa (1/10/2024).

Hotel itu adalah Spa Village Resort. Hotel itu terletak di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula. Selama ini hotel itu menjadi salah satu rujukan wisatawan Eropa yang ingin menginap di Bali Utara maupun Bali Timur.

Dampak dari tutupnya hotel tersebut, puluhan karyawan kini terlantar. Mereka tidak mendapat pesangon, meski hotel sudah tutup.

Bukan hanya itu, manajemen hotel juga sulit dihubungi. Sehingga muncul kesan penelantaran terhadap para pekerja.

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng, Made Juartawan mengungkapkan, pihaknya berusaha melakukan mediasi para pekerja dengan pihak manajemen.

Satu-satunya manajemen yang tersisa di Bali, adalah manajer operasional. Hanya saja, nasib manajer itu juga sama dengan karyawan lain.

“Memang dia manajer, tapi tidak punya kewenangan. Dia juga statusnya sekarang ini tidak jelas,” ungkap Juartawan pada Senin (14/10/2024).

Pihaknya sudah berupaya melakukan mediasi di Desa Tembok pada Jumat (11/10/2024) lalu. Hanya saja mediasi berakhir buntu.

“Saat ini yang memegang kewenangan itu manajemen pusat. Posisinya itu ada di Malaysia,” jelasnya.

Disnaker Buleleng telah meminta bantuan kepada eks manajer operasional Spa Village Resort untuk berkomunikasi dengan manajemen pusat. Komunikasi itu dilakukan lewat email.

Harapannya, manajemen pusat memberikan jawaban pada Senin hari ini. Sayangnya hingga pukul 19.00, Senin malam, manajemen pusat belum memberikan jawaban.

“Komunikasinya agak sulit. Kami masih berusaha berkomunikasi lewat perantara manajer yang ada di Bali ini,” ujarnya.

Apabila komunikasi itu tidak bersambut, maka pemerintah akan mencoba melakukan komunikasi secara resmi melalui saluran yang ada.

Plt. Kadisknaker Made Juartawan juga menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Bali maupun Kementerian Tenaga Kerja terkait langkah selanjutnya. Mengingat peristiwa itu melibatkan manajemen dari negara asing.

“Kami masih berusaha, sampai ada itikad baik dari manajemen pusat di Malaysia. Kalau memang mentok, kami akan segera ambil langkah berikutnya. Kami masih diskusikan dengan provinsi,” demikian Juartawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hotel Spa Village Resort di Desa Tembok mendadak menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya pada Selasa (1/10/2024).

Tidak ada kejelasan, apakah eks hotel Jepun Bali itu tutup sementara untuk renovasi atau tutup permanen.

Dampaknya kini puluhan karyawan nasibnya menggantung. Manajemen tidak memberikan penjelasan, apakah mereka di-PHK atau hanya diberhentikan sementara. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #hotel #spa #karyawan #bangkrut #buleleng #tenaga kerja