Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bisa Jadi Rujukan Kabupaten Tetangga di Bali, Pemkab Buleleng Optimalkan Pelayanan Kesehatan Darurat

Francelino Junior • Kamis, 17 Oktober 2024 | 17:05 WIB
Pemkab Buleleng dalam hal ini RSUD, Dishub, Dinas Kominfosanti, Polres, dan BPBD bersiap membentuk PSC Si Tri Datu. Tujuannya mengoptimalkan pelayanan kesehatan darurat tak hanya di Buleleng.
Pemkab Buleleng dalam hal ini RSUD, Dishub, Dinas Kominfosanti, Polres, dan BPBD bersiap membentuk PSC Si Tri Datu. Tujuannya mengoptimalkan pelayanan kesehatan darurat tak hanya di Buleleng.

SINGARAJA, radarbuleleng.id - Pelayanan kesehatan di Kabupaten Buleleng selalu dituntut untuk bekerja secara optimal.

Untuk itu dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan darurat, Pemerintah Kabupaten Buleleng membuat inovasi kesehatan.

Inovasi tersebut adalah Public Safety Center (PSC) Si Tri Datu (Sistem Informasi Terintegrasi Pelayanan Gawat Darurat Buleleng).

Tujuannya untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan darurat, utamanya bagi pasien stroke dan serangan jantung.

Koordinasi pembentukan sistem ini dilaksanakan pada Rabu (16/10) di RSUD Buleleng.

Hadir selain dari RSUD Buleleng, juga Dinas Kominfosanti Buleleng, Dishub Buleleng, Polres Buleleng, BPBD Buleleng, dan PMI Buleleng.

”Dengan sistem ini, diharapkan angka kesakitan dan kematian dapat ditekan secara signifikan. Itu jadi tujuan utama selain memberikan pelayanan yang lebih optimal,” ujar Direktur RSUD Buleleng, dr. Arya Nugraha.

Untuk diketahui, RSUD Buleleng kini memiliki Cath Lab atau disebut juga Ruang Brain and Heart Centre. 

Tempat itu ditujukan menjadi tempat untuk kateterisasi pembuluh darah jantung dan otak.

Yang merupakan tindakan medis kardiologi dan neurologi yang bersifat diagnostic-therapeutic invasive. Selain juga sebagai tempat tindakan pencegahan dan pengobatan. 

Sehingga, lanjut Arya Nugraha, dengan cath lab yang memungkinkan pemasangan ring jantung dan penanganan stroke dengan penghancuran sumbatan, sehingga mampu menyelamatkan pasien tanpa menyisakan cacat atau komplikasi di kemudian hari.

”Layanan PSC Si Tri Datu ini juga mencakup penanganan darurat untuk ibu hamil, kecelakaan lalu lintas, dan bencana alam. Namun fokus utama tetap pada penanganan stroke dan serangan jantung, karena yang paling mendesak dan krusial,” lanjutnya.

Dalam prakteknya nanti, PSC Si Tri Datu juga akan melibatkan Buleleng Command Center.

Sebab command center yang berbasis digital, tentu akan meminimalkan keterlambatan respons penanganan.

”Misalnya, ada kasus serangan jantung di wilayah yang jauh seperti Gerokgak atau Tejakula, sistem ini akan membantu sehingga pasien bisa segera ditangani dengan optimal,” sambung pejabat yang juga Plt. Kepala Dinkes Buleleng itu.

PSC Si Tri Datu ini diharapkan dapat terimplementasi secara penuh di Kabupaten Buleleng pada tahun 2025.

Sebab RSUD Buleleng sudah memiliki infrastruktur maupun sumber daya manusia yang memadai. Termasuk dua dokter ahli intervensi jantung dan saraf.

Inovasi ini pun diharapkan dapat menjadi pelayanan rujukan gawat darurat di Kabupaten  Buleleng, Karangasem bagian barat, Jembrana bagian timur, Tabanan bagian utara, serta Bangli.***

Editor : Donny Tabelak
#pelayanan kesehatan #dinkes buleleng #pemkab buleleng #rsud buleleng