SINGARAJA, radarbuleleng.id- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan ke Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng.
Bantuan tersebut akan diwujudkan dalam bentuk gedung pengolahan, yang ujungnya menjadikan Desa Pengastulan sebagai sentra ikan plongos atau ikan bakar.
Diketahui ada dua kelompok pengolahan dan pemasaran ikan di Desa Pengastulan, yang mendapatkan bantuan tersebut.
Nantinya pembangunan dilakukan di lahan milik desa adat. Anggarannya pun bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) KKP RI.
Total anggaran untuk pembangunan gedung pengolahan dan pemasaran ikan tersebut sebesar Rp 34.516.236. Tuntasnya pun ditargetkan pada bulan November 2024.
Mengapa Desa Pengastulan menjadi prioritas? Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng, I Gede Putra Aryana menjelaskan bahwa wilayah tersebut, sebagian warganya berprofesi nelayan.
Yang menariknya, para nelayan menjual hasil tangkapannya yang telah diolah menjadi ikan plongos atau ikan bakar yang diisi dengan bumbu khas.
Jadi setelah mendapatkan ikan, para nelayan mengolahnya terlebih dahulu, kemudian dijual baik secara luring maupun daring. Hal itu yang menjadi salah satu pertimbangan bantuan itu.
”Desa Pengastulan terkenal dengan makanan khas plongos. Jadi agar terpusat, maka dibuatkan rumah pengolahan, dari sebelumnya dilakukan pengolahan di rumah masing-masing,” kata Putra Aryana pada Rabu (30/10) siang.
Tentu saja, dengan adanya gedung pengolahan hasil tangkapan ini, maka akan menjadikan Desa Pengastulan sebagai sentra produk plongos.
Sebab olahan tersebut memang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Lanjut Putra Aryana, ini juga sebagai upaya agar hasil olahan ikan tersebut dapat lebih higienis, baik saat pengolahan maupun dijual.
”Selain juga mendukung upaya pemerintah daerah untuk menciptakan pangan B2SA (Bergizi, Beragam, Sehat, dan Aman) sehingga layak dikonsumsi masyarakat,” tambahnya.
Selain bantuan gedung, DKPP Buleleng juga mendapatkan bantuan DAK Fisik Penugasan Bidang Kelautan Perikanan.
Berupa pembangunan gedung pengolahan, juga dialokasikan untuk rehabilitasi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Perbenihan Ikan di Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Buleleng, sebesar Rp 1.883.081.458.
Lalu pengadaan sarana prasarana pemberdayaan usaha nelayan skala kecil menyasar 11 kelompok nelayan di Kecamatan Seririt dan Gerokgak dengan anggaran Rp 1.066.641.180.
Dengan pembangunan gedung pengolahan ikan di Desa Pengastulan, total tematik penguatan kawasan sentra produksi pangan sebesar Rp 3.472.309.000.
Dengan harapan dapat meningkatkan jumlah produksi perikanan, baik melalui perikanan tangkap dan perikanan budidaya, serta produksi pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.***
Editor : Donny Tabelak