SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Hadiah doorprize satu unit rumah pada kegiatan Jalan Sehat Bahagia yang digelar Relawan De Gadjah, dimenangkan oleh Made Karyani, 55, warga Desa Pemaron, Buleleng.
Ternyata, dibalik keberhasilan keluarga Made Karyani meraih hadiah rumah, ada cerita sedih bagi keluarga itu.
Made Karyani, 55, bersama suaminya, Gede Setiawan, 55, diketahui mendaftar kegiatan jalan sehat beberapa minggu lalu.
Mereka kemudian menuju Taman Kota Singaraja pada Minggu (10/11/2024) sekitar pukul 16.30 sore.
Pasangan suami istri (pasutri) ini, bersama keluarganya pun mengikuti kegiatan jalan sehat, mulai dari garis start hingga garis akhir.
“Tumben kuat kakinya. Padahal biasanya naik tangga saja sudah nggak kuat,” ujar Karyani.
Karyani bersama suaminya bertahan hingga akhir. Hingga mendekati pukul 22.30 malam. Mereka yakin nomor undian yang mereka pegang akan meraih hadiah utama.
Proses pengundian pun berlangsung dramatis. Pengundian berlangsung hingga 11 kali. Lantaran pada 10 undian pertama, seluruhnya hangus.
Akhirnya rejeki benar-benar jatuh ke tangan Karyani. Saat nomor undiannya muncul, Karyani mengaku sempat bengong.
“Saya lupa nomornya. Padahal tadinya saya hafal sekali nomornya,” ceritanya.
Dia baru sadar saat namanya juga muncul di layar. “Suaminya saya yang mengingatkan. Langsung saya maju kedepan,” ungkap Karyani.
Karyani bercerita, sejak mendaftar sebagai peserta lomba jalan sehat, dia selalu berdoa agar mendapatkan hadiah rumah.
Ketika maturan di rumahnya, dia selalu berdoa dengan khusyuk. “Saya tiap maturan selalu berdoa biar ada keajaiban,” katanya.
Termasuk menjelang berangkat mengikuti jalan sehat. Dia kembali berdoa di pelinggih penunggun karang. Berdoa, agar mendapat rumah.
“Pas mau berangkat, saya berjanji akan maturan guling di pelinggih penunggun karang,” ungkapnya.
Sementara itu, sang suami, Gede Setiawan mengungkapkan, ada kisah pilu sebelum mereka berhasil meraih hadiah rumah.
Setiawan menuturkan, rumah dan tempat usaha mereka terbakar pada 14 Agustus 2018 silam. Kebakaran terjadi gegara korsleting listrik.
Bukan hanya rumah dan tempat usaha milik Setiawan, kebakaran juga merembet ke rumah adiknya, Made Partama.
“Habis semua. Saya tidur di tanah. Sampai sekarang belum saya bangun rumahnya itu. Usaha saya habis semua,” ujarnya.
Sejak saat itu, Setiawan berserah kepada Ida Sang Hyang Widhi. Setiap hari dia selalu berdoa, memohon agar diberi kesehatan dan rezeki.
Termasuk pada Minggu (10/11/2024), dia memohon kepada alam semesta. “Saya berharap dapat rumah, dan kenyataan terkabulkan,” katanya.
Setiawan bersama Karyani masih menunggu informasi lebih lanjut dari panitia terkait hadiah rumah. “Mudah-mudahan sih dapat lokasi yang dekat dengan kota,” harap Setiawan.
Apabila bantuan rumah sudah direalisasikan, mereka berencana segera pindah dan menghabiskan masa tuanya di rumah tersebut. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya