Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pembangunan Bandara Buleleng Masih Jadi Pemantik Debat

Francelino Junior • Kamis, 14 November 2024 | 18:05 WIB
Bandara masih menjadi topik debat hangat dalam debat publik yang diselenggarakan oleh KPUD Buleleng. kedua paslon tampak saling menguatkan statement mereka terkait proyek strategis itu.
Bandara masih menjadi topik debat hangat dalam debat publik yang diselenggarakan oleh KPUD Buleleng. kedua paslon tampak saling menguatkan statement mereka terkait proyek strategis itu.

SINGARAJAradarbuleleng.id - Bandara Bali utara ternyata masih jadi topik hangat dalam debat antara pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Buleleng, saat debat kedua yang berlangsung di Hotel Banyualit, Lovina pada Selasa (12/11) malam.

Kedua paslon saling mengutarakan pendapat mereka terkait dengan salah satu proyek strategis itu.

Wacana bandara di Buleleng memang kembali menghangat, sebab selain menjadi janji politik oleh paslon yang didukung Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, Presiden Prabowo Subianto juga sudah menyatakan komitmennya membangun pintu gerbang lain di Pulau Dewata.

Meskipun sebelumnya, Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri menyatakan penolakannya terkait pembangunan itu, yang membuat proyek tersebut pada akhirnya dikeluarkan dari PSN di masa pemerintahan Presiden Jokowi.

Paslon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna mengatakan kalau pembangunan bandara bukan perkara yang mudah, karena memerlukan kajian yang komprehensif.

Bahkan penentuan lokasi di darat maupun laut saja memerlukan waktu yang lama.

Tak hanya itu saja, menurut Sutjidra, perlu banyak waktu dan biaya yang harus dikeluarkan untuk pembangunan ini. 

”Kalau sudah jadi agenda pusat, kami tidak akan mempermasalahkan program pembangunan bandara,” ujarnya.

Sementara Supriatna condong pada ketidakyakinan, apabila bandara akan selesai dalam waktu dekat, sebab pembangunannya juga membutuhkan waktu yang lama. 

Bahkan Supriatna menyindir, kalau program kesejahteraan masyarakat yang digaungkan paslon I Nyoman Sugawa Korry dan Gede Suardana tidak akan terealisasi, apabila bandara belum terbangun dalam lima tahun ke depan, apabila Sugawa-Suardana terpilih.

”Kami bukan menolak bandara, justru mendukung pembangunan konkret untuk kesejahteraan masyarakat Buleleng,” ujar Sutjidra.

Menanggapi hal itu, Calon Bupati Sugawa Korry mengatakan, kalau ia terpilih nanti maka pembangunan bandara di Buleleng akan dipercepat.

Alasannya, Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah tidak bisa dikembangkan lagi.

Dilanjutkan lagi, bandara baru sudah menjadi kebutuhan dan segera mungkin harus dibangun. Sebab akan menjadi salah satu sumber lapangan kerja di Bali utara.

”Presiden Prabowo sudah memastikan pembangunan bandara, karena ini akan membuka kesempatan kerja,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Buleleng, Komang Dudhi Udiyana berharap masyarakat dapat memiliki gambaran dalam memilih pemimpin nanti.

Sebab, debat yang telah berlangsung selama 2 kali ini, setidaknya telah membuat masyarakat yakin dengan salah satu paslon.

”Tentu saja harapan kami, masyarakat dapat menentukan pilihan terhadap calon yang mereka inginkan saat hari pemungutan suara pada tanggal 27 November nanti,” ungkap Dudhi.***

Editor : Donny Tabelak
#pilgub bali #bandara baru #bali utara #presiden prabowo subianto #debat