SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Musim penghujan telah tiba. Sejumlah bencana pun mengancam. Salah satunya bencana pohon tumbang.
Mengantisipasi terjadinya pohon tumbang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng memangkas sejumlah pohon perindang. Terutama pohon perindang yang sudah lapuk dan meranggas.
“Kami eksekusi segera karena sudah memasuki musim penghujan. Kami juga mengantisipasi awal bencana ranting patah, pohon tumbang yang dapat mengganggu akses jalan dan mengancam keselamatan masyarakat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Ariadi Pribadi, kemarin (26/11/2024).
Ariadi mengatakan, sebelum melakukan pemangkasan, pihaknya telah melakukan pemetaan dan pendataan. Terutama pohon yang ada di Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk, Jalan Raya Singaraja-Denpasar, dan Jalan Raya Singaraja-Amlapura.
Setelah melakukan pendataan, pihaknya kemudian mengajukan izin pemangkasan kepada Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur dan Bali yang memiliki kewenangan atas aset pohon-pohon tersebut.
Untuk tahap awal, pemangkasan dilakukan di Jalan Raya Singaraja-Amlapura. Khususnya di wilayah Kecamatan Sawan dan Kubutambahan. Total ada 12 pohon yang dipangkas.
BPBD Buleleng juga bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Buleleng, Dinas Lingkungan Hidup Buleleng, Satpol PP Buleleng, termasuk Bhabinkamtibmas dan Babinsa di desa masing-masing.
Selanjutnya pemangkasan akan dilanjutkan pada jalur Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk. Sebab di sana terdapat 65 batang pohon yang dinilai rawan.
Pertumbuhan pohon itu condong ke jalan raya. Apabila dahan pohon tidak dipangkas, dikhawatirkan pohon akan semakin berat dan tumbang ke arah jalan raya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya