Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Duka Pilkada Buleleng, KPPS Keguguran hingga Linmas Meninggal Dunia

Francelino Junior • Jumat, 29 November 2024 | 12:56 WIB
Suasana pemakaman Muhammad Arif, linmas di TPS 4 Kampung Bugis yang meninggal usai menjalankan amanahnya.
Suasana pemakaman Muhammad Arif, linmas di TPS 4 Kampung Bugis yang meninggal usai menjalankan amanahnya.

SINGARAJAradarbuleleng.id- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Buleleng 2024 ternyata membawa cerita duka.

Bukan karena kekalahan salah satu pasangan calon (paslon), melainkan karena sejumlah Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) mengalami kecelakaan hingga Perlindungan Masyarakat (linmas) yang meninggal dunia.

Dari data yang diterima wartawan, mereka adalah I Gede Agus Febrianayoga, 34, dari Desa Gobleg, Kecamatan Banjar; Komang Wana Sari, 29, dari Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak; Luh Merry Sudaryani, 34,  dari Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan; dan 1 orang linmas bernama Muhammad Arif, 65, dari Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng.

Gede Agus diketahui mengalami kecelakaan saat pembuatan Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang mengakibatkan ia mengalami patah pada bahunya.

Lalu Wana Sari yang mengalami pingsan karena asam lambung yang kumat, saat proses pungut hitung suara berlangsung.

Merry Sudaryani yang merupakan salah satu KPPS, mengalami pendarahan. Ternyata ia mengalami keguguran, dan diketahui usia kandungannya baru 3 bulan.

Yang menyedihkan, menimpa Muhammad Arif. Linmas di Kampung Bugis yang bertugas sebagai penjaga TPS, meninggal dunia pasca pungut hitung. Ia terindikasi kelelahan akibat bergelut dengan pesta demokrasi.

Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Kampung Bugis, Sudarmo menceritakan, Arif ditemukan sudah dalam keadaan terbujur kaku di tempat tidur pada Kamis (28/11) sekitar pukul 07.30 Wita.

Saat itu ia dibangunkan oleh anaknya, namun ternyata tidak ada respons, sedangkan badannya sudah dalam keadaan dingin.

Dilanjutkan Sudarmo, Arif sempat meminta uang kepada anaknya sekitar seminggu lalu, untuk membeli obat maag.

Linmas senior ini disebutkan memiliki riwayat penyakit lambung. Juga sempat menggali kubur untuk warga yang meninggal dunia.

”Memang menurut keluarga, beliau punya penyakit lambung. Tapi beberapa hari ini terlihat sehat,” ujarnya pada Kamis (28/11) sore usai pemakaman Arif di Pemakaman Kayubuntil, Kelurahan Kampung Anyar, Kecamatan Buleleng.

Sebagai linmas yang bertugas di TPS 4 Kampung Bugis, ia juga turut aktif terlibat dalam berbagai persiapan jelang pencoblosan pada Rabu (27/11). H-4 acara, ia masih bertugas jaga malam di Kantor Lurah Kampung Bugis.

Lalu H-1 pencoblosan, Arif juga turut membantu KPPS untuk menyiapkan TPS guna proses pungut hitung suara. Kata Sudarmo, Arif yang sudah berusia senja itu bahkan mengangkut kursi, dan dalam kondisi sehat bugar.

Arif yang selain bekerja sebagai buruh harian lepas, juga melayani jasa pengangkutan sampah, dikatakan Sudarmo sebagai sosok yang tidak pernah mengeluh, ketika diberikan tugas dari kelurahan.

”Hari H juga masih sempat bercanda dengan saya. Ingat betul bercanda soal seragam linmasnya, soalnya dapat jatah baju baru. Beliau belum sempat menikmati honor linmasnya, karena hari ini (Kamis) baru cair,” kenang Sudarmo.

Terpisah Anggota KPUD Buleleng, Putu Arya Suarnata mengatakan, pihaknya telah menyampaikan bela sungkawa secara langsung ke rumah duka.

”Informasi dari keluarga, beliau punya asam lambung. Mungkin terlalu lelah, sehingga kumat sakitnya. Kami sudah datang ke keluarganya dan menyampaikan santunan,” ujarnya.***

Editor : Donny Tabelak
#kpps meninggal dunia #linmas #keguguran #Pilkada Buleleng