SINGARAJA, radarbuleleng.id- Pasca hujan deras yang melanda Kabupaten Buleleng dan mengakibatkan banjir di sejumlah titik di Kota Singaraja, salah satunya Kelurahan Kampung Anyar pada Jumat (29/11) lalu, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng kini mengupayakan sejumlah langkah penanganan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra menjelaskan bahwa Kampung Anyar merupakan titik terendah yang ada di Kabupaten Buleleng.
Hal ini membuat wilayah tersebut rawan tergenang, baik air laut maupun air hujan.
Meski sudah ada pintu air di sana, yang setiap arus air di drainase/Kali Mumbul mulai meningkat, selalu dioptimalkan dengan buka tutup pintu air.
Apalagi saat Jumat (29/11) lalu, wilayah Kampung Anyar yang berada di pesisir Kota Singaraja, mendadak berubah menjadi lautan.
Kata warga setempat, ada sekitar 40 rumah warga yang terletak di RT 02 dan RT 04 Kelurahan Kampung Anyar sempat tergenang banjir, setinggi pinggang.
Warga juga menyebut, kalau pembuangan air di Kota Singaraja dialirkan menuju ke Kampung Anyar.
Kepala Dinas PUTR Buleleng itu juga mengatakan, kalau limpahan air dari Banjar Tegal/Jalan Ngurah Rai, Jalan Anggrek, bahkan wilayah Banjar Bali bermuara di Kali Mumbul, Kelurahan Kampung Anyar itu.
”Upaya permanen misalnya membangun rumah susun warga di sana. Warga direlokasi ke rumah susun dengan lahan lebih lapang, jadi warga tidak was-was,” ujar Adiptha pada Selasa (3/12) siang.
Sebenarnya, sejumlah usaha sudah dilakukan Pemkab Buleleng. Salah satunya dengan melakukan normalisasi saluran drainase yang melintas di Kampung Anyar, yang dilakukan tahun lalu. Saat itu, saluran diperbesar dan dimensinya diperbaiki kembali.
Normalisasi juga dilakukan, sebab pada aliran tersebut terdapat bangunan milik warga yang memakan badan sungai, yang membuat saluran air tersebut menjadi menyempit.
”Kami sudah lakukan perbaikan dimensi tahun lalu, juga maksimalkan sampai tembok warga agar lebar saluran kembali seperti semula. Namun karena intensitas hujan tinggi, kapasitas air ternyata melebihi kali,” lanjutnya.
Adiptha menambahkan, pihaknya berencana memohonkan pembangunan sodetan di tahun 2025, dengan anggaran pembangunan sebesar Rp 4 miliar ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Buleleng.
Tentu harapannya permohonan ini bisa ditangani, sehingga volume air bisa dipecah.
Namun untuk saat ini, sebagai upaya cepat, Dinas PUTR Buleleng menyiapkan 200 orang personil, untuk melakukan langkah antisipasi tergenangnya air di sejumlah titik.
Nantinya mereka akan bekerja dalam dua shift, pagi dan siang, bahkan bersiaga saat hujan.
Sehingga pasca hujan yang melanda Kota Singaraja sudah reda, ratusan personil ini akan langsung melakukan bersih-bersih.
”Rencananya, sodetan ini mulainya dari drainase di DPRD Buleleng yang dibuatkan saluran ke barat menuju wilayah Banjar Tegal, yang bermuara di Tukad Banyumala. Sehingga mengurangi beban air ke Kali Mumbul,” ungkap Adiptha.***
Editor : Donny Tabelak