SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Hujan lebat yang mengguyur Buleleng pada Jumat (6/12/2024) berujung pada sejumlah bencana.
Bahkan saat itu, salah satu rumah warga yang ada di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, roboh hingga rata tanah. Beruntung keluarga yang mendiami rumah itu berhasil selamat.
Insiden itu terjadi pada Jumat lalu, sekitar pukul 14.30 siang. Peristiwa itu menimpa rumah Ketut Rudita, 39, warga Banjar Dinas Selombo, Desa Bondalem.
Perbekel Bondalem, Gede Arya Odantara menuturkan, peristiwa itu bermula saat Rudita bersama anak-anaknya mendatangi rumah tersebut.
Menurut Odantara, rumah itu sebenarnya dijadikan sebagai pondok singgah oleh Rudita dan keluarganya.
Saat hujan lebat, mereka memilih berteduh di dalam rumah. Tak disangka, bak penampungan air yang terletak di dekat rumah mereka jebol.
Air dalam bak penampungan air langsung menyapu rumah yang ada di bagian bawah. Tembok pun langsung roboh.
“Temboknya itu roboh ke sisi luar. Jadi tidak sampai ada korban. Kebetulan juga pas anak-anaknya ada di dalam rumah,” ungkap Odantara.
Lebih lanjut Odantara mengatakan, Rudita dan keluarga merupakan seorang petani penggarap lahan. Setelah kejadian, mereka memilih pulang ke rumahnya.
“Memang itu bukan rumah menetap. Istilahnya untuk mondok, sebagai persinggahan saja. Warga kami ini punya rumah yang lain,” ujarnya.
Setelah kejadian tersebut, pada Sabtu (8/12/2024) warga bergotong royong melakukan perbaikan. Mereka juga menyumbangkan bahan bangunan ala kadarnya. Pemerintah desa juga turut memberikan bantuan stimulan.
Khusus di Desa Bondalem, tercatat ada 5 peristiwa bencana alam yang berujung pada kerusakan rumah.
Di sisi lain, dua orang pekerja di perusahaan pembibitan udang, juga nyaris menjadi korban bencana alam. Mereka terseret air bah.
Peristiwa itu terjadi di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula. Sebanyak dua orang karyawan di PT. Prima Larvae nyaris menjadi korban bencana alam.
Perbekel Tembok, Dewa Komang Willy Asmawan menuturkan, peristiwa itu bermula saat hujan lebat mengguyur wilayah Buleleng.
Karena hujan terlalu lebat, bak Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di perusahaan tersebut meluap.
Sebanyak dua orang pekerja pun berinisiatif mengecek bak IPAL. Apes saat mengecek bak IPAL, senderan yang mereka injak justru amblas. Keduanya pun terseret air bah.
“Berhasil selamat. Ada luka robek di kaki. Setelah kejadian langsung dilarikan ke klinik. Tidak sampai dirujuk ke rumah sakit,” kata Dewa Willy.
Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, mencatat ada 97 dampak bencana alam akibat hujan lebat yang mengguyur Buleleng pada Jumat lalu.
“Ada kejadian angin kencang, pohon tumbang, termasuk longsor. Itu hampir merata di seluruh kecamatan,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi.
Dari bencana-bencana tersebut, total kerugian yang muncul mencapai Rp 1,43 miliar. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya