SINGARAJA, radarbuleleng.id- Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng didorong untuk terus dikuatkan profesionalismenya.
Hal ini ditekankan Penjabat (Pj) Buleleng, Bupati Ketut Lihadnyana pada Senin (9/12) siang.
Terlebih dengan dilakukannya seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemkab Buleleng tahun 2024, tentu sebagai salah satu penguatan kompetensi agar setelah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), bisa lebih profesional dalam bekerja.
Seleksi tersebut berlangsung sejak Minggu (8/12) yang berlangsung di Auditorium Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja.
Lihadnyana menjelaskan dirinya akan terus mendorong penguatan SDM aparatur di Kabupaten Buleleng.
Khususnya aparatur yang dihasilkan oleh seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024 ini.
“Dengan profesionalnya SDM aparatur di Pemkab Buleleng, tentu akan menunjukkan kinerja yang baik guna membawa Buleleng ke arah yang lebih maju. Semakin profesional dalam bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya usai melakukan peninjauan seleksi PPPK pada Senin (9/12) siang.
Pj Bupati yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali itu mengatakan, SDM aparatur khususnya tenaga non ASN di lingkup Pemkab Buleleng sudah memperlihatkan kompetensinya melalui seleksi PPPK 2024.
Sebab terlihat nilai yang didapat dari hasil seleksi ternyata sangat tinggi pada hari pertama dan kedua. Jika hasilnya sudah tinggi, berarti para tenaga non ASN profesional dalam bekerja.
Kompetensi yang mereka miliki pun perlu dikuatkan lagi, setelah mereka sudah menjadi ASN.
“Mereka mempersiapkan diri dengan matang, sehingga mendapatkan nilai tinggi tersebut. Bahkan, ada yang mempersiapkan diri dengan mengikuti bimbingan belajar atau les,” ujar Lihadnyana mengungkapkan.
Sementara itu, Kepala Kantor Regional (Kanreg) X Badan Kepegawaian Negara (BKN) Denpasar, Yudhantoro Bayu Wiratmoko mengatakan, pemberian izin pelaksanaan seleksi PPPK di Singaraja karena ada sejumlah alasan.
Yang utama karena ia melihat komitmen dari Pj Bupati Buleleng beserta jajaran untuk pengembangan SDM sangat tinggi.
Hal itu pun kemudian membuat Kanreg X BKN Denpasar memberikan izin pelaksanaan seleksi di Kota Singaraja.
Untuk diketahui, seleksi PPPK di Bali terbagi di 3 lokasi. Yakni Kanreg X BKN Denpasar, Poltekpar Nusa Dua, dan Auditorium Undiksha Singaraja.
“Kami melihat komitmen pak Pj Bupati Buleleng sangat besar dalam pengembangan SDM, sehingga tempat pelaksanaan seleksi pun kami berikan izin di Kota Singaraja,” ungkapnya di samping Lihadnyana.
Peninjauan seleksi PPPK Buleleng pada Senin (9/12) ini dilakukan juga bersama dengan Sekda Buleleng, Gede Suyasa, perwakilan kepolisian, dan kejaksaan.***
Editor : Donny Tabelak