Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bank Buleleng 45 Diminta Petakan Masalahnya seperti Kredit Macet hingga SDM

Francelino Junior • Rabu, 11 Desember 2024 | 19:05 WIB
Kunjungan Pj Bupati Buleleng ke salah satu BUMD yaitu PT BPR Bank Buleleng 45 atau Bank Buleleng 45. Lembaga keuangan milik pemerintah itu diminta untuk memetakan masalahnya sendiri.
Kunjungan Pj Bupati Buleleng ke salah satu BUMD yaitu PT BPR Bank Buleleng 45 atau Bank Buleleng 45. Lembaga keuangan milik pemerintah itu diminta untuk memetakan masalahnya sendiri.

SINGARAJAradarbuleleng.id- Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Buleleng, yakni PT BPR Bank Buleleng 45 atau Bank Buleleng 45, diminta untuk memetakan permasalahan yang terjadi di dalam internalnya.

Ini dilakukan agar kinerjanya dapat berkontribusi pada pembangunan Bali utara.

Masalah yang dihadapi oleh Bank Buleleng 45 seperti masalah kredit macet, kredit potensi macet, maupun penempatan sumber daya manusia.

Masalah-masalah tersebut yang berhasil dipetakan untuk sementara waktu.

”Karena ini bank, yang dipentingkan di sini adalah menyangkut masalah integritas, kapabilitas, kompetensi pegawai,” tegas Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana dalam kunjungan ke salah satu BUMD itu, pada Selasa (10/12) pagi.

Lihadnyana menginstruksikan pengelolaan pegawai atau SDM di Bank Buleleng 45, agar jabatannya sesuai dengan kemampuan personal berdasar kualifikasi dan kebutuhan jabatan.

Mengingat mengurus lembaga keuangan, perlu kehati-hatian dan kecermatan yang tinggi.

Bahkan sebagai lembaga keuangan, Bank Buleleng 45 diminta melakukan inovasi dalam kinerjanya.

Sehingga mampu bersaing dengan lembaga keuangan lainnya yang ada di Kabupaten Buleleng.

Direksi maupun komisaris juga diminta memiliki kepekaan terhadap perubahan lingkungan.

Karena dengan adanya evaluasi berkala, setidaknya kinerja yang optimal mampu membuat masyarakat Buleleng percaya dengan salah satu BUMD ini.

”Pemetaan terhadap kendala yang dihadapi, baik operasional keuangan maupun pengelolaan SDM, sangat penting. Sehingga BUMD ini dapat menunjukkan performa baik, yang berkontribusi pada pembangunan daerah,” lanjut Lihadnyana.

Selain itu, Bank Buleleng 45 perlu pula perbaikan sistem kerja bagi pegawai-pegawai utamanya, yang berada pada sektor kredit.

Sebab kata Lihadnyana, sistem penghargaan harus diberikan.

Sebab targetnya tidak hanya untuk melempar lalu menerima uang, tapi juga dapat melempar uang dengan memberikan kredit yang secara proporsional sesuai dengan aturan jelas.***

Editor : Donny Tabelak
#bumd #bank #pemkab buleleng #lembaga keuangan #bpr #PJ BUPATI BULELENG