SINGARAJA, radarbuleleng.id- Pasca kejadian longsor yang terjadi di Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan dan Desa Lemukih, Kecamatan Sawan di Kabupaten Buleleng, masyarakat diminta untuk mewaspadai ancaman bencana ketika bepergian.
Hal ini ditegaskan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi.
Untuk diketahui, pada Minggu lalu (15/12) terjadi longsor hingga menutup akses jalan seperti di jalur penghubung Desa Bontihing-Desa Tamblang.
Bahkan di Desa Lemukih, longsor yang terjadi layaknya likuefaksi atau pencairan tanah.
Meski begitu, kejadian tersebut tidak sampai memakan kerugian, namun sempat membuat akses jalan menjadi terhambat.
”Sudah dikerjakan kemarin secara gotong royong bersama Dinas PUTR Buleleng, BPBD Buleleng, dan masyarakat. Yang di Desa Lemukih tidak ada laporan dari perbekel, namun sudah ditangani semuanya oleh petugas,” ujar Ariadi Pribadi dikonfirmasi pada Senin (16/12) sore.
Ariadi menambahkan, mengacu pada Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Buleleng Tahun 2022-2026 yang disusun BPBD Buleleng, kemudian sudah menjadi Peraturan Bupati Buleleng Nomor 59 Tahun 2022 tentang Kajian Risiko Bencana Tahun 2022-2026, ada sejumlah wilayah yang memang menjadi titik rawan longsor.
Kecamatan Gerokgak menjadi wilayah dengan potensi bahaya paling tinggi apabila terjadi tanah longsor.
Kemudian yang masuk potensi sedang yakni Kecamatan Banjar, Busungbiu, Kubutambahan, Sawan, Seririt, Sukasada, dan Tejakula. Lalu yang potensi rendah ada di Kecamatan Buleleng.
Namun berbicara mengenai risiko, maka ada 2 kecamatan yang berisiko tinggi yaitu Kecamatan Gerokgak dan Sukasada.
Sementara yang risiko sedang di Kecamatan Banjar, Busungbiu, Kubutambahan, Sawan, Seririt, dan Tejakula. Untuk risiko rendah ada di Kecamatan Buleleng.
”Memang ada beberapa titik yang berpotensi longsor, tapi belum tentu juga kejadian. Kalau Desa Bontihing dan Lemukih itu masuk dalam zona longsor. Karena curah hujan tinggi, dan posisi wilayah yang tanah berbukit,” lanjut Kalaksa BPBD Buleleng itu.
Pihaknya berharap dan meminta kepada masyarakat Buleleng maupun dari luar, agar memperhatikan kondisi cuaca dan waspada dengan bencana hidrometeorologi, dengan melakukan monitoring melalui prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG.***
Editor : Donny Tabelak