Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

TKI Asal Buleleng Ditemukan Tewas di Malaysia, Berikut Sejumlah Fakta Tentang Ni Ketut Nurhayati

Eka Prasetya • Rabu, 8 Januari 2025 | 14:50 WIB

 

KORBAN PEMBUNUHAN: Ni Ketut Nurhayati, TKI asal Buleleng yang diduga jadi korban pembunuhan di Malaysia.
KORBAN PEMBUNUHAN: Ni Ketut Nurhayati, TKI asal Buleleng yang diduga jadi korban pembunuhan di Malaysia.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Buleleng ditemukan tewas dalam kondisi bersimbah darah di wilayah Puchong, Malaysia.

TKI itu diketahui bernama Ni Ketut Nurhayati, 39. Dia memiliki keluarga di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Kuat dugaan Nurhayati menjadi korban pembunuhan di Malaysia. Sehingga jenazahnya ditemukan dalam kondisi bersimbah darah.

Pihak Polis Diraja Malaysia (PDRM) disebut tengah melakukan penanganan terkait dengan kasus pembunuhan tersebut.

Berikut sejumlah fakta terkait dengan tewasnya Ni Ketut Nurhayati:

1. Ditemukan Bersimbah Darah di Hotel

Jenazah Ni Ketut Nurhayati ditemukan di sebuah kamar hotel di kawasan Puchong, Malaysia, pada Selasa (31/12/2024). 

Berdasarkan laporan dari situs berita Malaysia, bharian.com, jenazah ditemukan dalam kondisi bersimbah darah. Kepolisian Malaysia telah menahan dua orang terkait kasus ini.

2. Diduga Dibunuh WNA Bangladesh

PDRM disebut telah menahan dua orang pria yang terkait dengan peristiwa pembunuhan tersebut.

Salah seorang diantaranya merupakan WNA asal Bangladesh berusia 23 tahun. WNA itu merupakan buruh yang ditangkap di wilayah Putrajaya, Malaysia.

3. Pindah Domisili ke Tulungagung

Ni Ketut Nurhayati diketahui berasal dari Banjar Dinas Gitgit, Desa Gitgit. Suami dan anak-anaknya tinggal di sana.

Namun, Nurhayati pernah mengajukan permohonan pindah domisili kepada pihak desa. Dia pindah domisili seorang diri.

Perbekel Gitgit, I Putu Arcana mengungkapkan, Nurhayati mengajukan pindah domisili ke Tulungagung, Jawa Timur sekitar bulan Juni 2023.

“Waktu itu saya tanya, kenapa pindah. Katanya biar lebih gampang mengurus dokumen dengan agen. Karena mau kerja ke Malaysia,” kata Arcana, Selasa (7/1/2025).

4. Pindah Kerja, Lepas dari Agen Penyalur

Ni Ketut Nurhayati diketahui berangkat sebagai TKI atau yang kini disebut dengan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sekitar akhir tahun 2023.

Awalnya, Nurhayati datang ke Malaysia dan bekerja melalui agen penyalur tenaga kerja. Namun karena sesuatu dan lain hal, Nurhayati memutuskan pindah bekerja.

Karena pindah bekerja dan tidak sesuai dengan kontrak, maka agen penyalur tenaga kerja tidak lagi bertanggung jawab atas keberadaannya. Termasuk dengan izin-izinnya.

“Setelah di Malaysia, sempat pindah kerja. Nah selanjutnya kerja dimana, kami belum tahu,” ungkap Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Buleleng, Made Juartawan.

5. Tidak Terdaftar di Data BP3MI

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Buleleng, Made Juartawan, mengungkapkan bahwa nama Ni Ketut Nurhayati tidak tercantum dalam data Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Denpasar. 

Pihak Disnaker masih berkoordinasi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Terutama untuk mengetahui riwayat kerja Nurhayati di Malaysia.

6. Informasi Pembunuhan Beredar di Grup TKW

Salah seorang pekerja migran di Malaysia, Sri Mulyani Devi mengungkapkan, awalnya para pekerja migran mendapat informasi ada seorang WNI yang menjadi korban pembunuhan. 

Informasi itu tersebar di grup WhatsApp para Tenaga Kerja Wanita (TKW), pada Sabtu (4/1/2025) lalu. 

Setelah mendapat informasi, para pekerja migran berusaha mengecek kebenaran tersebut kepada polisi setempat.

Mereka berinisiatif melobi polisi demi melakukan identifikasi. Khawatir bila salah seorang rekannya yang menjadi korban. Akhirnya polisi memberikan video saat mendiang Nurhayati dimandikan di rumah sakit.

“Akhirnya kami cari tahu teman-teman lain.Dapat informasi bahwa Mbak Nur (Ni Ketut Nurhayati) jadi korban (pembunuhan) di hotel,” ungkap Sri.

7. Keluarga Kesulitan Biaya Pemulangan

Keluarga korban di Desa Gitgit, Buleleng, mendapat kabar duka dari teman Nurhayati di Malaysia. Untuk memulangkan jenazah, keluarga membutuhkan biaya sebesar Rp 18 juta. 

Hingga kini, baru terkumpul Rp 7 juta melalui donasi yang diinisiasi oleh sesama pekerja migran di Malaysia.

Perbekel Gitgit, I Putu Arcana menyebutkan jika keluarga Ketut Nurhayati tergolong keluarga yang tidak mampu. Sehingga Nurhayati memutuskan adu nasib ke Malaysia.

8. Dikuburkan di Gitgit

Rencananya, jenazah Ni Ketut Nurhayati akan dipulangkan ke Desa Gitgit pada Rabu (8/1/2024) siang. 

Pihak keluarga berencana menguburkan jenazah di Setra Desa Adat Gunung Luwih, Gitgit. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#tkw #tki #pekerja migran #pembunuhan #buleleng #tenaga kerja #malaysia