SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinas Pertanian Buleleng memperketat pengawasan hewan ternak, guna mengantisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Penyakit itu kembali merebak di Pulau Jawa. Bahkan di Banyuwangi, Jawa Timur, saat ini dilaporkan ada 5 kasus PMK.
Pemerintah khawatir kasus PMK kembali merebak di Bali, khususnya di Buleleng. Sebab penyakit itu sangat merugikan petani.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat mengatakan, merebaknya PMK di Pulau Jawa memang menjadi perhatian.
Alasannya, ada beberapa ternak yang harus didatangkan dari luar Bali. Utamanya ternak jenis kambing.
“Kalau sapi, itu dari luar Bali pasti tidak ada masuk. Kecuali kambing. Tapi kalau kambing, perhitungan kami kondisinya surplus,” ujar Melandrat.
Untuk itu, pihaknya kini memperketat pengawasan terhadap hewan ternak yang datang dari luar kabupaten. Khususnya yang datang dari Pulau Jawa.
Menurut Melandrat, sejauh ini tidak ada kasus PMK di Bali. Termasuk di Buleleng. Meski begitu, kasus PMK harus tetap diantisipasi.
Dinas Pertanian Buleleng berencana mengajukan permintaan vaksin PMK kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali.
Vaksin akan diberikan kepada ternak-ternak produktif. Artinya, vaksin diberikan kepada hewan yang digunakan untuk pembibitan, bukan untuk dikonsumsi.
“Kami masih melakukan pendataan ternak dulu. Setelah itu baru kami ajukan permohonan vaksin kepada provinsi. Supaya tidak mubazir. Nanti kami berikan vaksin, ternyata lagi 1-2 bulan ternaknya sudah disembelih untuk konsumsi,” imbuhnya.
Selain itu, Dinas Pertanian Buleleng juga menggencarkan sosialisasi kepada para peternak. Terutama yang memelihara ternak dalam jumlah besar.
Peternak diminta memperketat biosecurity di areal kandang dan sekitar kandang. Sehingga virus tidak mudah masuk.
Asal tahu saja, saat ini populasi hewan ruminansia di Buleleng mencapai 93.085 ekor. Terdiri dari 75 ekor kerbau, 22.504 ekor kambing, dan 70.506 ekor sapi. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya