Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Masalah Stunting- Balita Gizi Buruk di Buleleng Jadi Sorotan, Ini yang Dilakukan Dinkes

Francelino Junior • Jumat, 17 Januari 2025 | 15:15 WIB
Plt. Kepala Dinkes Buleleng, Nyoman Budiastawan sebut pihaknya kini tengah memvalidasi data gizi buruk dan stunting, dalam rangka memberikan data pasti untuk program pemerintah di tahun 2025.
Plt. Kepala Dinkes Buleleng, Nyoman Budiastawan sebut pihaknya kini tengah memvalidasi data gizi buruk dan stunting, dalam rangka memberikan data pasti untuk program pemerintah di tahun 2025.

SINGARAJAradarbuleleng.jawapos.com- Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng kini melakukan validasi data gizi di Bali utara.

Penanganan kesehatan tersebut masih menjadi sorotan di tahun 2025, agar kasus yang terjadi dapat ditekan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Buleleng, Nyoman Budiastawan mengungkapkan, validasi data ini dilakukan untuk mengoptimalkan perencanaan program pemerintah, di tahun-tahun mendatang. Yang terdekat, adalah program di tahun 2025.

Berdasarkan data yang dihimpun, di tahun 2023 tercatat ada 111 orang balita yang mengalami gizi buruk, yang ditemukan oleh pemerintah.

Sementara keluarga yang berisiko stunting, tercatat ada 29.111 kepala keluarga.

”Fokus utama kami adalah menangani masalah stunting, balita gizi buruk, dan balita gizi kurang, yang menjadi prioritas nasional sekaligus sorotan publik. Validasi data ini untuk memastikan langkah-langkah intervensi di tahun 2025 tepat sasaran,” ujarnya pada Kamis (16/1) siang.

Dilanjutkan lagi, validasi data ini setidaknya dapat berdampak pada penyusunan kebijakan, yang tidak hanya berbasis pada keakuratan data saja, melainkan juga mencerminkan kebutuhan riil di masyarakat.

Validasi data ini juga sebagai langkah awal, dalam menjawab tantangan gizi yang ada di Kabupaten Buleleng.

Sehingga semua upaya pemerintah daerah, dapat sejalan dan mendukung program prioritas nasional.

Selain itu, Budiastawan melanjutkan, peran aktif seluruh petugas gizi yang ada di tiap-tiap puskesmas yang ada di seluruh kecamatan di Bali utara, dapat membantu menginventarisir masalah di lapangan, untuk dicarikan solusi bersama.

”Adanya data valid, sehingga dapat disusun program yang lebih efektif, tepat waktu, dan mampu menyelesaikan permasalahan secara menyeluruh,” tutupnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#validasi data #gizi buruk #dinkes buleleng #stunting