Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Ngamen di Taman Yowana Asri, 4 Anak Punk Ditangkap Satpol PP

Francelino Junior • Senin, 20 Januari 2025 | 15:05 WIB

 

Tampak 4 anak punk yang ditangkap Satpol PP Buleleng karena mengamen di kawasan Taman Yowana Asri. Mereka cukup unik, sebab membawa kendaraan sendiri.
Tampak 4 anak punk yang ditangkap Satpol PP Buleleng karena mengamen di kawasan Taman Yowana Asri. Mereka cukup unik, sebab membawa kendaraan sendiri.

radarbuleleng.jawapos.com- 4 orang anak punk ditangkap Satpol PP Kabupaten Buleleng pada Sabtu (18/1) sekitar pukul 16.00 Wita.

Mereka diketahui mengamen di Taman Yowana Asri yang berada di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng.

Awalnya, tim Satpol PP Buleleng melakukan patroli rutin untuk memantau ODGJ, pengamen, orang terlantar, dan gepeng.

Yang berdasarkan pada Perda Nomor 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat Serta Perlindungan Masyarakat.

Satpol PP Buleleng kemudian mendapatkan informasi, adanya 4 orang anak punk yang mengamen di kawasan Taman Yowana Asri. Mendapatkan informasi tersebut, tim lantas bergerak cepat. 

Diketahui identitas mereka yakni Muhammad Helmi, 26, dan Perdi Elprada, 19, yang sama-sama berasal dari Sumatera Utara. Serta Dita Puji Etrianti, 27, asal Jawa Barat dan Yusuf Hanif Fauridzi, 25, asal Jawa Timur. 

Pasca ditangkap Satpol PP Buleleng, 4 orang anak punk dari Pulau Jawa dan Sumatera itu kemudian diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Buleleng, untuk urusan lebih lanjut.

”Katanya mereka mengamen karena kehabisan bekal. Kebetulan mereka membawa kendaraan sendiri, jadi setelah dibina kami minta mereka kembali ke asal masing-masing,” ujar Kepala Dinsos Buleleng, I Putu Kariaman Putra dikonfirmasi pada Minggu (19/1) siang.

Dilanjutkan lagi, keempat orang itu diketahui baru pertama kali datang ke Singaraja.

Melihat kondisi mereka yang datang menggunakan 2 kendaraan roda dua, diduga 4 orang itu memang datang secara berkelompok. 

Meski begitu, Kariaman mengaku 4 orang ini cukup unik karena pola kedatangan mereka ke Buleleng, tidak seperti biasanya. Karena pada umumnya, mereka hanya menumpang kendaraan, bahkan tinggal di bawah jembatan.

”Mereka sepertinya sudah berencana jalan jauh, juga berpengalaman ke luar kota. Tumben ini pakai sepeda motor,” lanjutnya.

Menurut Kariaman, sifat masyarakat Buleleng yang kebanyakan memberikan simpati, membuat banyak gepeng dan anak punk datang ke Bali utara.

Sebab mereka merasa nyaman datang ke Buleleng, padahal yang sebenarnya sangat mengganggu kenyamanan warga.

Padahal Satpol PP Buleleng sudah sering menghimbau masyarakat, untuk tidak memberikan uang sepeser pun kepada para pengemis dan pengamen, yang otomatis akan membuat mereka menjadi tidak betah dan pergi dari Bali utara.***

 
 
 
Editor : Donny Tabelak
#odgj #Taman Yowana Asri #dinsos buleleng #ngamen #anak punk ditangkap #satpol pp