Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Telur Peternak Ayam di Buleleng Diminta Diserap

Francelino Junior • Kamis, 23 Januari 2025 | 15:05 WIB
Harapan penyerapan telur ayam, yang dihasilkan oleh peternak lokal menjadi keinginan para peternak. Tentu ini juga untuk membantu roda perekonomian di Buleleng.
Harapan penyerapan telur ayam, yang dihasilkan oleh peternak lokal menjadi keinginan para peternak. Tentu ini juga untuk membantu roda perekonomian di Buleleng.

SINGARAJA, Radarbuleleng.jawapos.com- Telur hasil dari peternakan ayam di Kabupaten Buleleng diminta untuk diserap, sehingga roda perekonomian di Bali utara dapat terus bergerak, utamanya di bidang peternakan ayam.

Hal ini ditegaskan Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana pada Rabu (22/1) pagi di peternakan ayam yang berada di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan.

Menurut Lihadnyana, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng dengan peternak, akan sangat berpengaruh dalam perekonomian.

Sebab nantinya, hasil telur ayam yang ada, akan diserap oleh Perumda Swatantra.

Untuk harga jual beli pun akan disepakati bersama oleh kedua belah pihak. Produk yang diserap tersebut, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Buleleng.

Dilanjutkan lagi, Pemkab Buleleng sudah membantu peternak ayam di sana, dengan melakukan perbaikan jalan yang digunakan sebagai akses utama mereka.

Ini dilakukan, sebab peternak mengeluhkan terhambatnya akses mereka untuk membantu perekonomian Buleleng, karena jalan yang rusak.

”Apalagi Buleleng akan melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan produk-produk pangan seperti telur. Tentu saja, produk yang digunakan harus yang dihasilkan oleh masyarakat Buleleng,” ujar Lihadnyana.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda Swatantra, I Gede Boby Suryanto mengungkapkan, pihaknya siap menyerap produk-produk dari kelompok peternak di Desa Tajun. 

Perumda Swatantra juga mengaku akan memberikan 4K yaitu kepastian pembelian, kepastian harga, kepastian pembayaran, dan dari peternak untuk kepastian produksinya.

Kesiapan ini akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerjasama. Sehingga dengan kesepakatan itu, harga pasar yang muncul akan diikuti.

“Peternak tidak merugi. Dengan meningkatnya produksi, pasar semakin terkendali. Utamanya dalam hal pengendalian inflasi dan juga untuk program makan bergizi gratis,” katanya.

Sedangkan peternak ayam petelur, Komang Radiasa mengungkapkan, peternakannya dapat menghasilkan 920 butir telur dari 1000 ekor ayam yang dibudidayakannya.

Ia mengklaim, telur ayam di Desa Tajun memiliki omega 3 yang tinggi, karena pertemuan dua suhu yaitu suhu laut dan suhu perbukitan.

Kini, dengan harapan penyerapan hasil produksi telur dari Pemkab Buleleng, setidaknya membuat peternak tidak merugi, karena dulunya para tengkulak yang menyerap hasil produksi mereka. 

”Dengan adanya penyerapan ini bisa saling menguntungkan. Telur dari peternakan ayam Desa Tajun terbaik di Bali, karena kandungan omega 3-nya yang sangat tinggi,” ucapnya bangga.***

Editor : Donny Tabelak
#Makan Bergizi Gratis #telur ayam #Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana #peternak ayam