Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Komunitas Jurnalis Buleleng: Berawal Solidaritas, Kini Jadi Wadah Wartawan Buleleng

Francelino Junior • Senin, 3 Maret 2025 | 21:25 WIB

 

SOLID: Anggota Komunitas Jurnalis Buleleng.
SOLID: Anggota Komunitas Jurnalis Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sesuatu yang besar berawal dari hal kecil. Kalimat itu memang acap kali terdengar, untuk menggambarkan upaya kecil yang kemudian tak terduga menjadi sebuah usaha yang besar. 

Begitu juga dengan Komunitas Jurnalis Buleleng atau kerap dikenal di Bali utara dengan KJB.

KJB menjadi wadah bagi pekerja media yang bertugas di Kabupaten Buleleng. Memang silih berganti wartawan yang datang bertugas di Buleleng, namun semuanya pasti bergabung dalam wadah ini. 

Bukan untuk bergaya, tetapi untuk memudahkan dalam berkomunikasi juga mempererat pertemanan.

Menariknya, komunitas ini dipimpin oleh pimpinan yang disebut presiden. Saat ini presiden KJB adalah I Putu Nova Anita Putra, yang diberi tampuk kepercayaan sejak tahun 2023. 

Nova merupakan presiden KJB ke-4, jika dilihat dari awal berdiri, deretan presidennya yaitu Nyoman Sutawan Bendesa, dan I Ketut Wiratmaja.

”Awalnya KJB wadah biasa, sekaa demen saja, karena sedikit wartawan saat itu. Sehingga atas dasar solidaritas, yang mau gabung silahkan. Karena 2000-an awal, tekanan ke wartawan itu kencang, termasuk politik, kriminalisasi, dan premanisme,” ujarnya.

Wadah wartawan ini diketahui mulai berdiri sejak 20 Mei 2000. Pendirinya pun tak banyak, yakni Nyoman Sutawan Bendesa, Francelino Xavier Ximenes Freitas, I Ketut Wiratmaja, Made Suartha, I Gusti Alit Kertaraharja, dan Lalu Hasanudin. Mereka termasuk pekerja media senior di Bali utara.

Solidaritas antar mereka pun kuat. Sebab pada awal reformasi, tekanan menjadi pekerja media sangat besar. 

Premanisme pada tahun-tahun awal itu juga masih kental di Buleleng. Otot pun masih banyak berbicara ketimbang otak.

”Seiring berjalannya waktu, wartawan dan media makin banyak. Wartawan Buleleng walau berbeda media serta organisasi profesi, tapi menjadi satu kekeluargaan di KJB,” tambahnya.

Hingga saat ini, tercatat sekitar 35 anggota KJB dari berbagai platform media. Baik itu media cetak, online, radio, dan televisi. 

Sebelum masuk sebagai anggota, ada proses verifikasi yang panjang. Mereka yang menjadi anggota juga sudah teruji kualitas dan kredibilitasnya.

Kendati bukan organisasi profesi formal seperti PWI, AJI, atau IJTI, namun KJB tetap punya kewajiban menjaga marwah jurnalistik di Buleleng. Yakni dengan tetap mengedepankan kode etik dan UU Pers. 

Penyegaran-penyegaran kerap dilakukan KJB. Apalagi banyak wartawan-wartawan muda yang masih memerlukan bimbingan, utamanya dalam menghadapi narasumber maupun situasi sulit di lapangan saat melakukan liputan.

KJB juga tengah mengupayakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia kewartawanan. 

”Makanya aturan dan regulasi harus dipahami. Perlu penyegaran, karena banyak wartawan baru, yang muda-muda perlu diasah wawasan tentang kewartawanan,” demikian Nova. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#wartawan #reformasi #Komunitas Jurnalis Buleleng #kjb #buleleng