Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Efisiensi Anggaran, Perampingan OPD di Buleleng Sedang Dikaji

Francelino Junior • Kamis, 6 Maret 2025 | 17:05 WIB

 

Pemkab Buleleng berencana merampingkan sejumlah OPD dalam rangka efisiensi.
Pemkab Buleleng berencana merampingkan sejumlah OPD dalam rangka efisiensi.

 

SINGARAJA, Radarbuleleng.jawapos.com- Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna berencana melakukan perampingan organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di lingkup Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Ini dilakukan berkaitan dengan efisiensi anggaran, yang digaungkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Hal ini diungkapkan pada Rabu (5/3) siang di Ruang Rapat Paripurna DPRD Buleleng usai Penyampaian Pidato Sambutan Bupati Buleleng.

Kata Sutjidra, perampingan ini sudah dikaji oleh sekretaris daerah (Sekda) Buleleng. Meski tidak semua OPD bisa digabungkan.

”Baru dua hari lalu kami diskusikan. Nanti pak sekda yang memberikan skemanya, mana yang bisa mana, yang tidak. Kalau satu rumpun misalnya, bisa dirampingkan,” ujarnya.

Sutjidra menyebut, perampingan OPD tidak hanya bertujuan untuk efisiensi saja, melainkan juga lebih memfokuskan pada program prioritas milik Sutjidra-Supriatna. Terutama yang menyasar kesejahteraan masyarakat.

Disebutkan juga, kalau tidak ada target terkait dengan jumlah OPD yang akan dirampingkan.

”Nanti sambil jalan dulu, yang ada dulu diberdayakan. Karena perampingan ini perlu persetujuan DPRD lalu dibuat perdanya. Setelah itu baru bisa dievaluasi,” lanjutnya.

Dalam pidato politiknya di hadapan anggota dewan, Sutjidra menegaskan pihaknya akan membangun Kabupaten Buleleng lebih maju, adil dan sejahtera.

Sejalan dengan visi dan misi mereka selama lima tahun kedepan, yang dikemas dalam jargon Buleleng Paten.

Utamanya berkaitan dengan aksesibilitas pendidikan, kesehatan, infrastruktur, kemiskinan, stunting, dan pelestarian budaya. 

Terkait dengan rencana kerja 100 hari pertama, Bupati Sutjidra mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dengan mengedepankan budaya kerja kolaborasi dan saling mendukung.

Karena hal tersebut sebagai bentuk kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat. 

”Prioritas pembangunan kami pada lima bidang. Yaitu bidang sandang, pangan dan papan; bidang kesehatan dan pendidikan, bidang tenaga kerja dan bantuan sosial, bidang adat, agama, seni dan budaya; dan bidang infrastruktur, UMKM, pariwisata dan lingkungan hidup,” terangnya.

Terkait dengan perampingan OPD, Sekda Buleleng, Gede Suyasa mengatakan perampingan OPD memang diperlukan kajian yang mendalam, sebab harus berada dalam satu rumpun, begitu juga dengan tipenya yakni A atau B.

Sehingga semua OPD memiliki kemungkinan yang sama untuk dirampingkan.

Meski begitu, semua pertimbangan dan kajian tetap dilakukan olehnya, dengan target selesainya perampingan OPD tahun ini.

”Harus kembali lagi ke masalah rumpun OPD. Misalnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang pernah digabung lalu pecah. Yang sulit itu Dinas Arsip dan Perpustakaan, karena tidak ada rumpunnya,” jelasnya.

Sementara itu mantan Penjabat Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana yang juga hadir, berpesan agar Sutjidra dan Supriatna mampu bersinergi dalam membangun Buleleng, sehingga Bali utara dapat semakin maju.

Karena menurutnya, dengan pengalaman dua sosok tersebut, maka ada rasa optimis akan masa depan Buleleng.

Menurut Lihadnyana, dalam membangun Buleleng harus lebih mengedepankan program prioritas yang menyentuh masyarakat secara langsung. Meski ada efisiensi anggaran, sesuai dengan kebijakan Presiden RI.

”Saya optimis dua orang hebat ini, membawa Buleleng semakin menggelinding ke depan. Dengan efisiensi, menjadi citra tata kelola pemerintahan yang efektif,” ucapnya. 

Penyampaian pidato bupati dan wakil bupati Buleleng ini memang menarik. Sutjidra dan Supriatna disambut dengan dua pasang buket bunga berbentuk kwangen berukuran jumbo.

Bahkan aksi Supriatna memanggul buket bunga itu di bahunya mencuri perhatian.

Selain itu, Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya juga mencuri perhatian dengan menyanyikan sloka dari Kitab atau kakawin Ramayana, Sarga 3 Bab 3.

Yang mana mengandung makna terkait dengan kewajiban pemimpin dalam pemimpin menjaga kesejahteraan rakyat dengan penuh perhatian, simpati, dan kehati-hatian.***

Editor : Donny Tabelak
#perampingan OPD #presiden ri prabowo subianto #pemkab buleleng #efisiensi anggaran