Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Terungkap, Pesan Whatsapp Diduga Jadi Alasan Pemuda di Buleleng Bunuh Diri, Ketut D Minta Maaf ke Keluarga Korban

Francelino Junior • Jumat, 7 Maret 2025 | 20:05 WIB
Ketut D mendatangi keluarga Rian untuk mengklarifikasi dan meminta maaf, karena pesan-pesannya di WA kepada korban diduga menjadi alasan untuk mengakhiri hidup.
Ketut D mendatangi keluarga Rian untuk mengklarifikasi dan meminta maaf, karena pesan-pesannya di WA kepada korban diduga menjadi alasan untuk mengakhiri hidup.

SINGARAJA, Radarbuleleng.jawapos.com- Setelah viral dan menjadi perbincangan di media sosial, karena dianggap menjadi alasan atau faktor utama Ketut Rian Panduwinata, 20, mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Ketut D, warga asal Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng akhirnya mendatangi keluarga Rian untuk meminta maaf.

Kedatangan Ketut D dan klarifikasi yang dilakukannya itu dilakukan pada Rabu lalu (5/3) di Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar.

Kedatangan Ketut D ke rumah korban didampingi juga oleh Bhabinkamtibmas Desa Munduk, Aiptu Gusti Ngurah Puspa dan Babinsa Desa Munduk, Sertu Komang Sudiarsa bersama Bhabinkamtibmas Desa Kayuputih, Aiptu Kadek Sudile Jaya dan Babinsa Desa Kayuputih, Sertu Ida Putu Ardana.

Ketut D diketahui sebagai orang tua dari mantan pacar Rian. Ia diduga terlibat dalam aksi bunuh diri yang dilakukan pemuda asal Desa Kayuputih itu.

Sebab sebelum mengakhiri hidupnya, korban sempat berkomunikasi dengan Ketut D melalui aplikasi pesan WhatsApp (WA).

Video rekaman chat antara keduanya tersebar luas di media sosial, hingga menjadi kecaman warganet.

Pesan yang disampaikan orang tua mantan pacar Rian melalui WA, yang mengancam akan menemui orang tua korban, tidak diduga oleh Ketut D akan membuat korban nekat mengambil jalan pintas.

Padahal menurutnya, tindakan itu dilakukannya hanya untuk melindungi dan ingin menjamin keamanan putrinya.

”Penuturan Ketut D, Rian dan putrinya itu sudah putus hubungan sekitar sembilan bulan, namun masih sering diganggu oleh korban. Sehingga Ketut D berusaha untuk melindungi putrinya,” ujar Kapolsek Banjar, Kompol I Gede Putu Semadi pada Kamis (6/3) kemarin.

Pihak keluarga Rian pun menerima permintaan maaf dari orang tua mantan pacar putranya itu.

Mereka menganggap peristiwa tersebut, mungkin sudah menjadi takdir dan akhir dari jalan hidup Rian.

Ketut D juga memberikan santunan sebagai ungkapan belasungkawa kepada orang tua korban.

Kompol Semadi berharap kedua belah pihak tetap menjalin hubungan komunikasi dan meminta kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan, agar tidak lagi memperpanjang permasalahan ini supaya situasi tetap kondusif.

”Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan permasalahan selesai sampai di sini,” pungkas Kapolsek Banjar itu.

Diberitakan sebelumnya, korban Rian nekat mengakhiri hidupnya pada Minggu lalu (2/3) yang diketahui sekitar pukul 17.00 Wita. Jenazahnya ditemukan tergantung di dapur rumahnya.

Peristiwa ini menjadi buah bibir di media sosial, bahkan disorot juga oleh salah satu anggota DPD RI dari Bali.

Sebab sesuai dengan penjelasan polisi, kematian Rian diduga akibat masalah asmara.

Beredar juga video yang menampilkan dugaan teror atau intimidasi yang dialami korban melalui pesan WhatsApp. Diduga juga pesan-pesan tersebut ada di handphone milik korban.***

Editor : Donny Tabelak
#polsek banjar #babinsa #bunuh diri #masalah asmara #whatsapp