SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinas Pertanian Buleleng menggelar lomba unik jelang HUT Kota Singaraja ke-421.
Mereka menggelar lomba balap traktor. Lomba itu digelar di kawasan Hutan Kota Banyuasri, Jumat (7/3/2025) pagi.
Dalam lomba tersebut, seluruh staf dilibatkan. Mulai dari penyuluh pertanian, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), dokter hewan, hingga cleaning service. Bahkan para ibu yang merupakan penyuluh pertanian juga mengikuti lomba.
Dalam lomba itu, para peserta bukan hanya adu kecepatan. Tapi juga adu ketangkasan dalam mengendalikan traktor.
Maklum saja, bila tidak terbiasa dan tangkas mengendalikan traktor, maka traktor bisa kabur sendiri.
Lomba semakin seru karena digelar pada lahan sawah yang berlumpur. Bahkan saat lomba ada peserta yang terpeleset karena kesulitan mengendalikan traktornya.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat mengatakan, pihaknya sengaja menggelar lomba tersebut agar seluruh pegawai paham cara penggunaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), khususnya traktor roda dua.
“Jangan sampai petugas Dinas Pertanian banyak memberikan penjelasan soal pertanian, tapi mengoperasikan traktor tidak bisa,” ujarnya.
Menurut Melandrat, belakangan ini banyak petani yang mengeluh kesulitan mengolah lahan. Gara-gara operator traktor terbatas.
Padahal, Dinas Pertanian Buleleng memiliki 48 unit traktor. Pemerintah siap meminjamkan traktor itu kepada subak maupun kelompok tani.
“Kalau tidak ada operator, nanti kami siapkan pegawai kami membantu para petani mengolah lahan,” ujarnya.
Sementara itu, Gede Ardana, salah satu peserta dari Penyuluh Pertanian Wilayah Kelurahan Sukasada, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat berkesan dan memberikan manfaat besar.
Ardana mengaku, sudah sewajarnya penyuluh pertanian bisa mengoperasikan traktor roda dua. Sehingga petani semakin yakin dan percaya saat mendapat penyuluhan.
Apabila penyuluh sudah paham cara menggunakan traktor, praktis penyuluh juga bisa melatih para petani menggunakan traktor.
“Saya kebetulan dulu SMA Pertanian, jadi memang sudah pernah dapat pelatihan menggunakan traktor. Memang harus sering diambil, kalau lama tidak diambil nanti malah lupa,” ujarnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya