Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kasus Rabies Berpotensi Meningkat, Vaksinasi Tertunda Akibat PMK

Eka Prasetya • Jumat, 14 Maret 2025 | 22:18 WIB

 

Ratusan anjing dan kucing di Desa Pancasari diberikan vaksin rabies. Ini dilakukan pasca kasus gigitan berujung kematian di Pasar Pancasari.
Ratusan anjing dan kucing di Desa Pancasari diberikan vaksin rabies. Ini dilakukan pasca kasus gigitan berujung kematian di Pasar Pancasari.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Buleleng kembali dihadapkan pada ancaman rabies. Awal tahun ini, seorang warga Desa Munduk meninggal dunia akibat rabies setelah digigit anjing liar pada November lalu. 

Tragisnya, korban tidak pernah menerima Vaksin Anti Rabies (VAR). Alhasil kondisinya memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Kasus gigitan anjing di Buleleng terbilang tinggi. Sepanjang tahun 2025, tercatat 21 kasus gigitan, dengan delapan diantaranya terbukti positif rabies. 

Kasus-kasus itu tersebar di beberapa desa, yaitu Pancasari, Kerobokan, Tirtasari, Pangkungparuk, Patas, Sanggalangit, Tinga-Tinga, dan Penyabangan.

Para korban gigitan anjing rabies saat ini berada dalam pemantauan tim medis, dengan harapan mereka mendapatkan VAR hingga tuntas guna mencegah risiko lebih lanjut.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Rabies, Dinas Pertanian Buleleng Perkuat Peran Tisira

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Gede Melandrat, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi wilayah terdampak dan berencana melakukan vaksinasi massal. 

Namun, hingga kini baru Desa Pancasari yang mendapatkan vaksinasi rabies secara menyeluruh.

“Prioritas pertama kami adalah Desa Pancasari, karena di sanalah terjadi gigitan anjing yang berujung pada korban jiwa. Setelah itu, vaksinasi akan diperluas ke desa-desa lain dengan kasus positif,” jelas Melandrat.

Sayangnya, pelaksanaan vaksinasi rabies massal masih tertunda karena tenaga medis hewan masih difokuskan pada program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap ternak. Hal itu merupakan agenda pemerintah pusat.

“Kami masih memiliki keterbatasan tenaga. Saat ini, kami fokus menyelesaikan vaksinasi PMK terlebih dahulu. Namun, dalam beberapa minggu mendatang, vaksinasi rabies akan segera digelar,” tambahnya.

Meski program vaksinasi massal tertunda, Dinas Pertanian Buleleng tetap menyediakan layanan vaksinasi rabies bagi masyarakat. 

Warga yang ingin mendapatkan vaksin rabies dapat langsung datang ke kantor Dinas Pertanian Buleleng atau Balai Penyuluh Pertanian terdekat.

Dinas Pertanian Buleleng juga meminta masyarakat memelihara hewan secara bertanggung jawab. Yakni mengikat dan mengandangkan hewan mereka.

Anjing peliharaan juga idealnya tidak dibiarkan berkeliaran. Karena rentan tertular rabies.

Setiap tahun, pemilik anjing juga wajib memberikan vaksin rabies kepada hewan mereka guna mencegah potensi terjangkit rabies. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#pmk #pertanian #Penyakit Mulut dan Kuku #anjing #rabies #buleleng #vaksin