Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sebanyak 12 Ogoh-ogoh Mini Dilombakan, Jadi Ajang Asah Kreativitas

Francelino Junior • Senin, 17 Maret 2025 | 19:05 WIB
Juri menilai karya yang terlibat dalam lomba ogoh-ogoh mini di Desa Anturan. Ini menjadi ajang mengasah kreativitas para yowana, sebelum menjadi undagi.
Juri menilai karya yang terlibat dalam lomba ogoh-ogoh mini di Desa Anturan. Ini menjadi ajang mengasah kreativitas para yowana, sebelum menjadi undagi.

SINGARAJA, Radarbuleleng.jawapos.com- Sebanyak 12 ogoh-ogoh berukuran kecil alias mini, dilombakan di Desa Anturan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng pada Minggu (16/3) pagi.

Lomba ini diharapkan jadi ajang mengasah kreativitas para yowana (pemuda), sebelum menjadi undagi (arsitek tradisional Bali) nantinya.

Lomba ogoh-ogoh mini digelar oleh Sekaa Teruna (ST) Dharma Puja Banjar Pasar, Desa Anturan dalam rangka memeriahkan Hari Suci Nyepi 2025/1947.

Diketahui lomba ini diikuti oleh 14 peserta dari berbagai desa, namun yang datang hanya 12 peserta saja karena ada yang berhalangan hadir.

Yang hadir seperti Desa Anturan, Patemon, Pemuteran, Nagasepaha, Sukasada, dan Baktiseraga.

Lomba ogoh-ogoh mini ini pun diharapkan mendorong sekaa teruna-teruni agar tetap aktif berpartisipasi, dan terus mengembangkan keterampilan mereka dalam seni ogoh-ogoh. Juga berkaitan dengan pelestarian warisan budaya Bali.

Ogoh-ogoh mini yang dilombakan, dinilai berdasarkan sejumlah aspek.

Mulai dari anatomi, estetika, sinopsis, serta penggunaan teknologi dalam karya. Unsur lain yang dinilai seperti agem, bentuk, keselarasan tema, aksesoris, dan tingkat kerumitan ogoh-ogoh.

”Kami ingin para yowana menampilkan kreativitasnya, yakni dengan penciptaan ogoh-ogoh. Sebelum nantinya menjadi undagi di banjar masing-masing,” ujar Ketua ST Dharma Puja, Made Ega Permana.

Sementara salah satu peserta, I Ketut Roni Sugiana datang dengan menampilkan ogoh-ogoh yang bertemakan Rahwana Wilama.

Dalam pembuatannya, ogoh-ogoh mini dikerjakan oleh lima pemuda yang merupakan siswa SMKN 1 Sukasada, yakni Kadek Restu Adi Darma Putra, I Ketut Rony Sugiana, Gede Apriyadi Saputra, Kadek Darmayasa, dan Kadek Ruben Buda Antara.

Dalam karyanya itu, mereka membuat empat ogoh-ogoh, salah satunya sosok raksasa bersayap yang menggendong raja.

Raksasa itu digambarkan sebagai Wilama, sedangkan yang menunggangi raksasa itu digambarkan sebagai Rahwana, sosok yang memiliki keagungan, kekuatan, keberanian namun hancur karena ambisi yang besar dan keinginan menantang dewa-dewa.

”Sejarah Rahwana adalah sejarah tentang batas antara kekuatan dan kesombongan. Karya ini kami buat selama dua minggu, dengan bahan kertas, plaster, dan clay,” ujarnya.***

Editor : Donny Tabelak
#lomba ogoh-ogoh #nyepi #yowana #budaya bali