SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Bencana angin kencang belakangan ini melanda Kabupaten Buleleng. Bahkan sejumlah kejadian atau peristiwa pun terjadi.
Kini Pemerintah Kabupaten Buleleng mengupayakan pemangkasan pohon perindang, guna mengantisipasi tumbangnya pohon yang mengakibatkan korban jiwa.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, sejak Kamis (20/3/2025) sampai Sabtu (22/3/2025), tercatat ada enam peristiwa yang berkaitan dengan pohon.
Dua peristiwa dahan patah di Jalan Pramuka dan Jalan Rama pada Sabtu (22/3/2025) sekitar pukul 14.00 Wita.
Serta empat peristiwa pohon tumbang di Banjar Dinas Sekar, Desa Gunungsari, Kecamatan Seririt pada Sabtu (22/3/2025) sekitar pukul 13.10 Wita.
Peristiwa serupa terjadi Banjar Dinas Banjar Tegal, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan pada Jumat (21/3/2025) sekitar pukul 08.03 Wita.
Kemudian di Banjar Dinas Lambo, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar pada Kamis (20/3/2025) sekitar pukul 15.00 Wita; dan Banjar Dinas Bukit Sari, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada pada Kamis (20/3/2025) sekitar pukul 10.00 Wita.
Baca Juga: Waspada, Cuaca Ekstrem Masih Mengintai. Ada Bibit Siklon Tropis di Selatan Bali
Sedangkan lainnya, seperti dua peristiwa angin kencang di Banjar Dinas Asah Badung, Desa Sepang Kelod, Kecamatan Busungbiu pada Sabtu (22/3/2025) sekitar pukul 13.00 Wita.
Serta di Banjar Dinas Abasan, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada pada Kamis (20/3/2025) sekitar pukul 01.00 Wita.
Begitu juga dengan angin puting beliung di Banjar Dinas Gunung Sari, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada; Banjar Dinas Mekar Sari, Desa Panji, Kecamatan Sukasada; dan Banjar Dinas Mekar Sari, Desa Panji, Kecamatan Sukasada yang terjadi pada Kamis (20/3/2025).
”Hampir seluruh wilayah Bali, termasuk Kabupaten Buleleng kondisinya seperti ini (angin kencang). Sesuai dengan prediksi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika),” ujar Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi.
Mengenai penanganan pohon tumbang, BPBD Buleleng sudah melakukan sejumlah koordinasi. Sebab pohon besar yang berada di jalan raya, sebagai pohon perindang, memang sangat rawan menjadi faktor penyebab peristiwa dan bencana.
Pohon-pohon itu menjadi sorotan utama, agar tidak terjadi peristiwa yang mengakibatkan korban jiwa, karena pohon tumbang.
”Kami koordinasikan dengan Balai Jalan, DLH, Dishub, juga polisi dan sudah lakukan beberapa pemangkasan,” kata Ariadi Pribadi.
Untuk diketahui, Balai Besar BMKG Wilayah III atau BMKG Bali telah mengeluarkan rilis mengenai prospek cuaca mulai Sabtu (22/3/2025) sampai Selasa (25/3/2025).
Disebutkan, cuaca di Bali saat ini disebabkan oleh faktor meteorologis yang salah satunya adalah bibit siklon 92S di Samudera Hindia Selatan.
Selain mempengaruhi hujan ringan, faktor meteorologis itu juga menyebabkan adanya hujan ringan hingga lebat disertai kilat dan angin kencang. Bahkan mempengaruhi juga tinggi gelombang di perairan wilayah Bali.
”Karena ini peristiwa alam, jadi kami tetap siagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Buleleng, dibantu dengan unsur TNI, Polri, termasuk relawan di kecamatan hingga desa,” tutup Kalaksa Ariadi. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya