Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tawur Kesanga dan Festival Ogoh-ogoh, Arus Lalin Kota Singaraja Dialihkan

Francelino Junior • Kamis, 27 Maret 2025 | 21:05 WIB

Petugas Dishub Buleleng dalam suatu kesempatan saat pengalihan arus. Pada Jumat (29/3) hampir seharian penuh ada pengalihan arus lalu lintas di Kota Singaraja.
Petugas Dishub Buleleng dalam suatu kesempatan saat pengalihan arus. Pada Jumat (29/3) hampir seharian penuh ada pengalihan arus lalu lintas di Kota Singaraja.

SINGARAJA, Radarbuleleng.jawapos.com- Arus lalu lintas (lalin) di dalam Kota Singaraja akan dialihkan pada Jumat (29/3) sejak pagi hingga malam hari.

Ini dilakukan, karena ada dua kegiatan yang berlangsung di sana. Yaitu tawur kesanga dan festival ogoh-ogoh.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra mengatakan, untuk kali ini arus lalu lintas di dalam Kota Singaraja akan berdampak pada pengalihan arus hampir seharian penuh.

Sebab kegiatan pada Jumat (29/3) tidak hanya tawur kesanga saja, melainkan ada juga Pengerupukan Festival 2025 yang diselenggarakan oleh Desa Adat Buleleng. 

Kedua kegiatan besar yang berkaitan dengan Hari Suci Nyepi caka 1447/2025, pusat atau titik tengahnya berada di Catus Pata Kota Singaraja, yang ada di Simpang Pasar Buleleng antara Jalan Veteran, Gajah Mada, Gunung Semeru, dan Mayor Metra.

”Kalau saat tawur kesanga kami gunakan sistem buka tutup jalan mulai pukul 07.00-14.00 Wita. Tetapi saat festival ogoh-ogoh, kami tutup total jalannya mulai pukul 18.00-22.00 Wita,” ujarnya dikonfirmasi pada Rabu (26/3) siang.

Berdasarkan skema dari Dishub Buleleng, untuk kendaraan yang datang dari arah Denpasar menuju Gilimanuk jalurnya adalah Jalan Mayor Metra, Jalan Gajah Mada, Jalan Dr. Sutomo, Jalan A.Yani, lalu Jalan Raya Singaraja-Seririt.

Kemudian dari Denpasar menuju Karangasem, jalurnya adalah Jalan Mayor Metra, Jalan Gajah Mada, belok ke Jalan Gempol, Jalan Setia Budi, Jalan Sam Ratulangi, Jalan W.R. Supratman, dan masuk ke Jalan Raya Singaraja-Amlapura.

Sedangkan kendaraan yang datang dari Gilimanuk menuju ke Amlapura, jalurnya adalah Jalan Raya Singaraja-Seririt, Jalan A.Yani, belok ke Jalan Sudirman, Jalan Udayana, Jalan Dewi Sartika Selatan, Jalan Dewi Sartika Utara, Jalan Merak, Jalan Pattimura, Jalan Erlangga, Jalan Surapati, Jalan W.R. Supratman, dan Jalan Raya Singaraja-Amlapura.

Kalau ada kendaraan yang ingin ke Denpasar dari arah Gilimanuk, Gunawan berharap agar kendaraan tersebut dapat melewati Jalan Raya Seririt-Wanagiri, dengan tetap mengedepankan kehati-hatian.

Tetapi jika ada yang tetap ingin lewat Kota Singaraja, maka jalurnya adalah Jalan Raya Singaraja-Seririt, Jalan A.Yani, Jalan Sudirman, Jalan Udayana, Jalan Ngurah Rai, Jalan Letkol Wisnu, Jalan Gajah Mada, Jalan Mayor Metra, dan Jalan Raya Singaraja-Denpasar.

Kemudian dari Amlapura menuju ke Gilimanuk, jalurnya adalah Jalan W.R. Supratman, Jalan Surapati, Jalan Imam Bonjol, Jalan Dr. Sutomo, Jalan A.Yani, dan Jalan Raya Singaraja-Seririt.

Lalu dari Amlapura menuju Denpasar, jalurnya adalah Jalan W.R. Supratman, Jalan Sam Ratulangi, Jalan Setia Budi, Jalan Gempol, Jalan Gajah Mada, Jalan Mayor Metra, dan Jalan Raya Singaraja-Denpasar.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat, yang ingin bepergian keluar Kota Singaraja seperti ke Denpasar, Gilimanuk, dan Amlapura untuk pergi lebih awal.

Apabila tidak ingin terkena macet. Sebab Gunawan mengatakan, diprediksi akan terjadi arus lalu lintas yang stagnan alias macet.

”Tetapi kalau ada kendaraan emergency seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran akan kami kawal, baik melalui pengalihan atau melewati jalur yang ditutup,” tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#Dishub Buleleng #pengalihan arus lalin #festival ogoh-ogoh #tawur kesanga