SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Menjelang perayaan Hari Suci Nyepi Caka 1947, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng mulai melakukan pemadaman bertahap terhadap seluruh lampu yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk dukungan terhadap suasana hening dan sakral saat Nyepi.
Kepala Dishub Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra menjelaskan, pemadaman mencakup berbagai jenis lampu seperti Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL), baik berupa traffic light (TL) maupun warning light (WL), serta LPJU tenaga surya (TS) yang tersebar di seluruh wilayah Buleleng.
“Jumlahnya tidak sedikit. Ada 16.929 titik LPJU, 15 traffic light, 3 warning light, dan 120 titik LPJU tenaga surya. Semua akan kami padamkan secara bertahap, menyesuaikan dengan sistem dan lokasi,” jelas Gunawan.
Dishub membagi skema pemadaman berdasarkan sistem kelistrikan. Untuk LPJU non line system, pemadaman dimulai sejak H-3 Nyepi.
Sedangkan lampu dengan line system akan dimatikan pada Jumat (28/3/2025) mulai pukul 20.00 Wita. Sementara untuk LPJU tenaga surya dengan smart system, khususnya di wilayah Gerokgak dan Seririt, pemadaman dilakukan lebih awal sejak H-5 Nyepi.
Gunawan menambahkan, pemadaman LPJU tenaga surya kali ini dilakukan secara manual dengan memutus aliran listrik dan melepas sementara baterainya. Hal ini dilakukan karena pemadaman otomatis dengan remote sebelumnya terbukti kurang efektif.
“Pernah kami matikan pakai remote, tapi lampunya malah menyala kembali saat malam Nyepi. Jadi sekarang kami lakukan manual untuk memastikan semua benar-benar padam,” ungkapnya.
Dishub juga melibatkan para perbekel (kepala desa) untuk mematikan LPJU di wilayahnya masing-masing, khususnya yang menggunakan line system. Dengan pelatihan sederhana, para perbekel diharapkan mampu mengelola pemadaman secara mandiri.
“Kami mulai dari daerah pelosok lebih dulu, terutama yang menggunakan sistem non line. Penyisiran dimulai dari wilayah barat, timur, hingga selatan Buleleng. Sementara Kota Singaraja akan dipadamkan setelah prosesi pengerupukan,” jelasnya.
Setelah perayaan Nyepi selesai, Dishub Buleleng akan kembali menyalakan seluruh lampu pada Minggu (30/3/2025) mulai pukul 15.00 Wita. Tim Dishub akan bekerja cepat agar penerangan jalan di kota dan kabupaten bisa normal kembali pada malam harinya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya