Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Suasana Ngembak Geni di Desa Banyuatis Buleleng Viral. Warganet Gagal Paham dengan Tradisi Nyakan Diwang

Eka Prasetya • Minggu, 30 Maret 2025 | 19:29 WIB

 

RAMAI: Suasana ngembak geni di Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng.
RAMAI: Suasana ngembak geni di Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Viral di media sosial, video yang menunjukkan keramaian saat rangkaian hari raya Nyepi di Buleleng.

Video berdurasi 1,5 menit tersebut, diunggah oleh pemilik akun facebook Gun Bentet Indrayana. 

Pemilik akun hanya menulis caption “Suasana Desa Banyuatis”. Sementara di video tertulis keterangan bahwa video tersebut direkam pada pukul 03.15 pada Minggu (30/3/2025) dini hari di Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng.

Dalam video terlihat jika ratusan masyarakat tumpah ruah di jalanan. Mereka menyalakan lampu. Banyak pula lapak-lapak dadakan yang muncul di tepi jalan.

Ada masyarakat yang duduk di tepi jalan dengan menggelar karpet. Terlihat pula sejumlah sepeda motor lalu lalang.

Video itu praktis membuat banyak warganet atau netizen di Bali menjadi gagal paham. Sebab lazimnya hari raya Nyepi berlangsung antara pukul 06.00 pagi, hingga pukul 06.00 pagi keesokan harinya.

Dalam hal pelaksanaan Nyepi Tahun Baru Saka 1947, Nyepi berlangsung sejak Sabtu (29/3/2025) pukul 06.00 pagi, hingga Sabtu (30/3/2025) pagi.

Pencantuman waktu dalam video itu membuat netizen gagal paham dan menduga bahwa warga ramai-ramai melakukan pelanggaran catur brata penyepian.

Be sing nawang etika sing nawang kangin kauh (sudah tidak tahu etika). Urat malu udah putus. Ngasih contoh tidak baik buat penerus,” tulis salah satu akun facebook Day* Swa****.

“Semeton tunggu apa tindakan petugas desa dan aparat di Kabupaten Buleleng. Sing Nawang lek ajak nyame non Hindu (tidak tahu malu dengan masyarakat non Hindu). Pecalang setempat pules (tidur),” tulis akun lainnya.

Narasi yang tidak lengkap dalam video tersebut, pada akhirnya banyak membuat masyarakat, khususnya masyarakat luar Kabupaten Buleleng menjadi tidak paham.

Adapun peristiwa video tersebut merupakan tradisi nyakan diwang yang berlangsung di Buleleng pada Nyepi tahun 2025 ini.

Tradisi tersebut lestari di sejumlah desa di Kecamatan Banjar. Seperti di Desa Kayuputih, Munduk, Banjar, Dencarik, Gobleg, termasuk di Desa Banyuatis.

Tradisi nyakan diwang sudah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh pemerintah pusat sejak tahun 2018 lalu. Selanjutnya pada tahun 2023 diakui sebagai kekayaan intelektual masyarakat Buleleng.

Dari tahun ke tahun, tradisi itu memang dilaksanakan pada dini hari saat hari raya ngembak geni.

Di Desa Kayuputih misalnya, kulkul (kentongan) tanda persiapan nyakan diwang biasanya sudah berbunyi pada pukul 00.00 dini hari. Tepat saat pergantian hari.

Setelah kulkul berbunyi, 2-3 jam berselang masyarakat akan tumpah ruah ke jalan raya untuk memasak.

Biasanya mereka memasak di depan pintu pagar rumah menggunakan tungku dan kayu bakar. Berbagai makanan dimasak, seperti nasi, sate, sayur mayur, serundeng, maupun ayam suwir.

Hidangan yang dimasak warga biasanya dibagikan dengan tetangga dekat mereka, maupun dengan keluarga dekat.

Tradisi nyakan diwang juga menjadi salah satu bentuk silaturahmi warga. Terutama dengan masyarakat yang merantau ke luar desa bahkan ke luar Bali.

Seperti di Desa Banjar, tradisi nyakan diwang juga sudah dimulai pada pukul 03.00 dini hari hingga pagi.

“Kita dapat saling mengunjungi, saling sapa, saling mengucapkan selamat hari raya dan yang lainnya,” ungkap Ida Ketut Arcana, salah satu warga di Desa Banjar. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#nyakan diwang #bali #Banyuatis #tahun baru #hindu #netizen #viral #facebook #sepeda motor #warganet #caption #jalan #video #tradisi #nyepi #buleleng #media sosial