SINGARAJA, Radarbuleleng.jawapos.com- Dua sekolah di Kabupaten Buleleng, yakni SD Negeri 1 Sekumpul, Kecamatan Sawan dan SMP Negeri 1 Banjar, Kecamatan Banjar akan dipantau keamanan pangannya.
Ini merupakan salah satu langkah pemerintah dalam menekan angka stunting di Bali utara.
Pemantauan keamanan pangan di sekolah, sebab tempat tersebut merupakan lokasi kegiatan belajar mengajar.
Sehingga peredaran pangan harus menjadi perhatian utama, untuk mencegah keracunan makanan terutama dalam program pemberian makanan bagi anak-anak.
”Angka stunting saat ini di Kabupaten Buleleng masih berada di 6,2 persen. Penting kolaborasi semua pihak untuk menurunkannya, juga mendukung kesehatan masyarakat,” ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng, Made Rousmini pada Senin (7/4).
Diketahui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng bersama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerja sama dalam pembangunan kesehatan 2025-2029.
Program ini menyasar sekolah, desa, dan pasar dengan tiga program utama yakni Sadar Pangan Anak Sekolah (SAPA Sekolah) di dua sekolah tersebut, desa pangan aman di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan; serta pasar dan pangan aman berbasis komunitas di Pasar Munduk, Kecamatan Banjar.
Nantinya, sasaran-sasaran program ini akan diintervensi selama satu tahun dan dimonitoring hingga lima tahun kedepan.
Dalam perjalanannya, Pemkab Buleleng diharapkan dapat mereplikasi program tersebut, serta menyelaraskannya dengan kebijakan daerah.
Sehingga dapat dipastikan keberlanjutan dan efektivitasnya. Sebab program ini bertujuan memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat aman dan sehat.
”Karena keamanan pangan sangat berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat. Utamanya dalam menyediakan makanan bergizi seimbang bagi anak-anak dan pasangan usia pra nikah,” ujar Kepala Loka POM Kabupaten Buleleng, Rai Gunawan.
Pihaknya mengakui, kalau sektor UMKM di bidang pangan mengalami pertumbuhan signifikan selama pandemi Covid-19.
Ini menunjukkan peran penting sektor tersebut, selain tujuan ekonomi namun juga mendukung upaya menurunkan angka stunting dan mencapai Sustainable Development Goals (SDGs).
Meski begitu, keamanan pangan tetap menjadi yang utama untuk diperhatikan. Nantinya peran dari kader keamanan pangan di masing-masing komunitas untuk berkontribusi dalam menurunkan angka stunting, juga turut disertakan.***
Editor : Donny Tabelak