SINGARAJA, Radarbuleleng.jawapos.com- Ratusan perempuan di Kabupaten Buleleng mengikuti skrining kanker payudara gratis, yang digelar Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama salah satu perusahaan pelayanan kesehatan.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Buleleng digelar selama dua hari, yakni Senin (14/4) dan Selasa (15/4) di Klinik Sutji Medika.
Skrining ini menyasar perempuan berusia diatas 18 tahun, yang tujuannya untuk mendeteksi dini resiko kanker payudara.
Apalagi jumlah perempuan yang mengidap kanker payudara di Bali utara berdasarkan data dari RSUD Buleleng per 2024, tercatat 120 kasus.
Layanan skrining kanker payudara secara gratis, dalam balutan kegiatan sosial yang dikemas dalam program Semangat Lawan Kanker atau Selangkah, juga untuk memperingati sejumlah hari yang berkaitan dengan kesehatan dan ibu.
Yakni Hari Kesehatan se-Dunia yang diperingati tiap 7 April dan Hari Kartini yang diperingati tiap 21 April.
Dalam kegiatan ini, pemeriksaan dilakukan menggunakan alat ultrasonografi (USG) oleh dokter spesialis radiologi dari perusahaan pelayanan kesehatan yang diajak kerja sama. Metode ini dinilai efektif untuk menemukan gejala kanker sejak dini.
”Antusiasme masyarakat yang tinggi, menunjukkan adanya kesadaran pentingnya deteksi dini terhadap kanker payudara,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Buleleng, dr. I Dewa Putu Merta Suteja pada Senin (14/4).
Dengan tingginya antusiasme masyarakat ini, tentu diharapkan dapat mengurangi bahkan mencegah terdeteksinya perempuan dan wanita yang ternyata mengidap kanker payudara, namun sudah stadium lanjut.
Sebab kanker payudara prevalensinya tertinggi di Indonesia, mencapai 16 persen dari seluruh kasus kanker.
Skrining kanker payudara ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini, namun kedepan dapat direncanakan untuk digelar di wilayah lain yang ada di Buleleng. Tentu ini sebagai langkah strategis, untuk menekan angka kanker payudara di Bali utara.
”Karena sekitar 70 persen kasus kanker payudara baru diketahui saat sudah stadium tiga. Kalau diketahui lebih awal, tentu peluang sembuh jauh lebih besar,” tandas dr. Dewa Suteja.***
Editor : Donny Tabelak