Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

DPRD Buleleng Minta Pemerintah Tambah Anggaran untuk Perbaikan Rumah Potong Hewan

Eka Prasetya • Rabu, 16 April 2025 | 16:05 WIB

 

PERLU REVITALISASI: Suasana di Rumah Potong Hewan (RPH) Panji Anom. Fasilitas itu memerlukan revitalisasi.
PERLU REVITALISASI: Suasana di Rumah Potong Hewan (RPH) Panji Anom. Fasilitas itu memerlukan revitalisasi.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – DPRD Buleleng meminta pemerintah menambah anggaran untuk perbaikan fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH).

Saat ini Buleleng hanya memiliki satu unit RPH. Fasilitas itu terletak di Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada. Namun fasilitasnya kini sudah memprihatinkan.

Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Wayan Masdana mengatakan, RPH sebenarnya memiliki potensi besar sebagai penyumbang retribusi daerah. 

Namun, potensi tersebut belum tergarap maksimal. Karena fasilitas yang tersedia terbatas. Selain itu RPH juga hanya ada di satu titik.

“Buleleng hanya punya satu RPH, padahal kebutuhan daging potong cukup tinggi,” kata pria yang akrab disapa Anok itu.

Ia meminta agar pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran untuk revitalisasi RPH. Sehingga dapat memberikan layanan yang layak dan higienis.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat mengakui jika kondisi RPH Panji Anom sudah banyak mengalami kerusakan. 

Mulai dari atap yang bocor, tembok pembatas yang jebol, serta perlu perbaikan sarana limbah. Perbaikan itu tidak cukup menggunakan dana pemeliharaan rutin.

Konon Buleleng juga memiliki fasilitas RPH di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt. Namun RPH itu tidak pernah digunakan lagi. Bahkan sudah ambruk total. 

“Kalau bicara kebutuhan, kami sangat mendukung revitalisasi, asalkan ada dukungan anggaran,” jelas Melandrat.

Menurut Melandrat, idealnya Buleleng memiliki tiga titik RPH aktif. Sehingga bisa mengoptimalkan layanan penyembelihan sapi di Bali Utara.

Idealnya RPH tersedia di wilayah Kota Singaraja, serta di wilayah Seririt dan Gerokgak. Alasannya, populasi sapi di Seririt dan Gerokgak cukup tinggi.

“Kalau tidak difasilitasi, pemotongan liar pasti akan marak. Yang dirugikan masyarakat. Karena tidak mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dan tanpa pemeriksaan dokter hewan,” ujarnya.

Saat ini RPH Panji Anom hanya mampu melayani penyembelihan 20 ekor sapi per hari. Jumlah itu dianggap jauh dari kebutuhan konsumsi daging sapi di Buleleng. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#dprd buleleng #rph #dprd #sapi #Panji Anom #sukasada #buleleng #rumah potong hewan