Radarbuleleng.jawapos.com- Dalam rangka mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Buleleng, Polres dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menanam bibit jagung di Hutan Kota Singaraja pada Rabu (16/4) pagi.
Menariknya, bibit ini bernama goak poleng, yang identik dengan semangat polisi di Bali utara.
Goak poleng memang akrab di Polres Buleleng. Sebab ada tim khusus Bhayangkara Goak Poleng yang tugasnya menangkap pelaku-pelaku kejahatan di Bali utara.
Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi mengatakan, polisi juga kini memiliki peran dalam ketahanan pangan. Apalagi di Polres Buleleng ada gugus tugas ketahanan pangan.
”Untuk polisi di bagian jagung. Kalau jagung goak poleng ini jenis jagung hibrida. Jadi kualitasnya lebih bagus, lebih padat, lebih berat, lebih tinggi, dan tahan hama,” katanya pada Kamis (17/4).
Kata AKBP Widwan, untuk saat ini Polres Buleleng telah menggarap ketahanan pangan jagung di seluruh wilayah Bali utara.
Terbanyak disebut ada di Kecamatan Gerokgak, yang panennya mencapai satu juta kilogram atau 1.000 ton.
Bibit untuk jagung goak poleng ini didapatkan dengan kerja sama bersama sejumlah perusahaan.
Bibit-bibit tersebut juga dikembangkan di lahan-lahan ketahanan pangan, yang dikelola oleh Polres Buleleng.
”Bibitnya tidak berwarna poleng. Jadi goak poleng itu spirit, sehingga dinamakan begitu,” jelas Kapolres Buleleng.
Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat terus berjalan, yang tujuannya untuk mengoptimalkan bahan pangan pokok selain beras.
Apalagi dengan memanfaatkan lahan tidur yang ada di Kabupaten Buleleng. Sehingga dapat memaksimalkan kemandirian pangan.
Salah satunya dengan menyediakan kombinasi makanan pokok pengganti beras, salah satunya jagung, yang perlu diintensifkan.
Apalagi sawah di Buleleng untuk menghasilkan beras, jumlahnya masih kurang, akibat dari alih fungsi lahan. Kebanyakan masyarakat memilih jalan tersebut, karena alasan ekonomi.
”Dari 6.900 hektar, ternyata eksistensinya menjadi 6.400 hektar. Itupun produksinya belum cukup untuk penuhi kebutuhan pangan di Buleleng,” ujar Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra.
Dilanjutkannya, ketersediaan pangan yang cukup untuk masyarakat Buleleng harus dikerjakan dengan serius.
Apalagi dengan dukungan dari pihak-pihak lain, sambil berkolaborasi. Meski begitu, masyarakat juga diajak untuk turut serta dalam kemandirian pangan.
”Kalau dalam empat bulan kedepan bagus benihnya (jagung goak poleng), maka akan kami sebar ke seluruh wilayah Buleleng, sehingga membangkitkan kembali lahan-lahan tidur,” tandas bupati Buleleng.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Buleleng