Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Paskah 2025, Romo Yan: Damai Paskah Bagi Seluruh Umat

Francelino Junior • Senin, 21 April 2025 | 16:05 WIB

Suasana ibadah Hari Raya Paskah di Singaraja. Damai sejahtera diharapkan menyertai semua orang.
Suasana ibadah Hari Raya Paskah di Singaraja. Damai sejahtera diharapkan menyertai semua orang.

Radarbuleleng.jawapos.com- Hari Raya Paskah berlangsung meriah. Puncaknya pada Minggu (20/4) sebagai hari kebangkitan Yesus Kristus dari kematian.

Dengan bangkitnya ia, tentu ada harapan agar damai sejahtera meliputi seluruh umat. 

Dari pantauan di Gereja Katolik Kelompok Doa Maria Dolorosa (KDMD), Paroki Santo Paulus Singaraja, rangkaian Hari Raya Paskah yang dimulai sejak Minggu (13/4) atau Minggu Palma, kemudian Kamis (17/4) atau Kamis Putih, lalu Jumat (18/4) atau Jumat Agung, selanjutnya Sabtu (19/4) atau Vigili Paskah, berakhir pada Minggu (20/4) atau Minggu Paskah. 

Bersamaan dengan itu juga, ibadah disambungkan dengan Paskah Anak-anak. Sebagai bentuk rangkulan kepada anak-anak, untuk menunjukkan kasih Yesus. Paskah 2025 mengambil tema Damai Sejahtera Kristus di Tengah Keluarga. 

Gereja mengharapkan umat agar menekankan pentingnya kehadiran Yesus Kristus di tengah-tengah keluarga.

Sekaligus menjadi momen untuk memperkuat keharmonisan serta hubungan yang harmonis antara anggota keluarga. 

”Mari bangkit bersamaan dengan momen Paskah. Jangan lagi ada ketidakpercayaan dengan kuasa Tuhan,” ujar Pastor Gereja Katolik KDMD, Yohanes Tanumiarja, SVD atau Romo Yan.

Kali ini, umat juga diajak untuk merenungkan pentingnya kehadiran Yesus Kristus, dalam membangun damai sejahtera di tengah keluarga.

Mengingat situasi saat ini penuh dengan tantangan serta ketidakpastian, yang membuat tak sedikit orang yang mengambil ”jalan pintas”.

Maka kepedulian tidak hanya untuk anggota keluarga saja, melainkan juga umat diharapkan dapat lebih peduli dengan keadaan yang ada di sekitar mereka.

Tentu dengan kebangkitan Yesus Kristus, dengan penebusan nilai-nilai yang menjunjung martabat manusia, maka umat diharapkan untuk memiliki kerendahan hati agar peduli dengan sesama.

”Jangan ada keegoisan, yang malah menimbulkan permusuhan di dalam keluarga dan lingkungan. Kasih harus tetap dijunjung,” tandas Romo Yan.

Pasca Hari Raya Paskah, selanjutnya setelah 40 hari nanti, umat Katolik akan memperingati Hari Raya Kenaikan Tuhan yang jatuh pada Kamis (29/5).

Kemudian Hari Raya Pentakosta pada Minggu (8/6) atau 50 hari setelah Paskah.***

Editor : Donny Tabelak
#gereja katolik #umat #yesus kristus #paskah