Radarbuleleng.jawapos.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng memberikan sejumlah rekomendasi kepada bupati dan wakil bupati Buleleng.
Ini, terkait dengan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Buleleng Tahun 2024 pada Senin (21/4) di Ruang Sidang DPRD Buleleng.
Pendidikan pun disorot, agar dapat mengejar Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Buleleng menjadi sorotan belakangan ini, sebab disleksia atau gangguan belajar yang terjadi pada ratusan pelajar.
Tentu terungkapnya data tersebut juga mendorong dewan agar kepala daerah dapat mengoptimalkan kualitas pendidikan, sehingga tidak terjadi lagi kejadian-kejadian serupa.
Isu strategis di bidang pendidikan melalui peningkatan program dan kegiatan serta infrastruktur sistem pendidikan di Buleleng, sehingga kedepan dapat berjalan lebih baik.
Ini juga untuk mengejar capaian peningkatan rata lama sekolah di 2024 yang mencapai 7,69 tahun dan harapan lama sekolah mencapai 13,30 tahun.
”Mengoptimalkan program Kejar Paket A, B dan C untuk meningkatkan kualitas/tingkat pendidikan. Juga melakukan kajian dan mengambil langkah mengatasi permasalahan rendahnya kemampuan membaca siswa SMP di Buleleng,” ujar Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Buleleng, Wayan Masdana.
Pendidikan ada kaitan erat dengan IPM. Buleleng pada 2024 IPM-nya 74,52; sedangkan Bali IPM-nya 78,63; sementara secara nasional IPM-nya 75,02. Ini dipengaruhi oleh rata lama sekolah penduduk umur 25 tahun ke atas sebesar 7,69 tahun yang tertinggal dibandingkan Bali sebesar 9,45 tahun maupun nasional sebesar 8,85 tahun.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya perbaikan sistem tata kelola berdasarkan dengan rekomendasi dan catatan, yang disampaikan oleh DPRD Buleleng, sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Katanya, sejumlah catatan dari dewan memang sudah masuk dalam prioritas kerja mereka dalam lima tahun kedepan.
Namun untuk langkah awal, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah upaya, utamanya untuk pendidikan. Agar programnya langsung menukik ke sasaran di wilayah Buleleng.
”Jangka pendek, kami akan lakukan pembelajaran seperti penyetaraan di tiap kecamatan. Waktunya diambil Sabtu dan Minggu. Untuk kurangi atau paling tidak cegah DO, karena potensinya tinggi,” ungkapnya.***
Editor : Donny Tabelak