Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Duh, Sebanyak 182 Siswa SMP di Buleleng Terancam Drop Out

Francelino Junior • Kamis, 24 April 2025 | 13:28 WIB

 

Plt. Kepala Disdikpora Buleleng, Putu Ariadi Pribadi menyebut ada 182 siswa SMP di Bali utara yang terancam DO.
Plt. Kepala Disdikpora Buleleng, Putu Ariadi Pribadi menyebut ada 182 siswa SMP di Bali utara yang terancam DO.

Radarbuleleng.jawapos.com- Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng menyebut ada ratusan orang siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bali utara, yang terancam Drop Out (DO).

Ini disebabkan sejumlah faktor, sehingga banyak yang berpotensi lulus tanpa ijazah.

Hal ini diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Buleleng, Putu Ariadi Pribadi.

Katanya, dari total 34.062 orang siswa SMP di Buleleng, ada 182 orang yang berpotensi dipecat sekolahnya. Ratusan orang itu diketahui masih tercatat di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

”Mereka sudah tidak melaksanakan proses belajar. Ada yang sudah hitungan hari, ada juga yang sudah hitungan minggu,” ujarnya pada Rabu (23/4).

Mengapa bisa terjadi? Plt. Ariadi menyebut, ada sejumlah faktor mulai dari menikah, ikut orang tua bekerja keluar Buleleng, hingga broken home.

Pihaknya pun sudah menjajaki para siswa ini, agar tidak dikeluarkan sekolah. Sebab berkaitan dengan masa depan pendidikan mereka juga.

Dari 182 siswa tersebut, 92 orang diantaranya sudah dijajaki dan bersedia untuk sekolah lagi.

Hanya saja, mereka akan mengikuti sekolah non formal, seperti di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) atau PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), untuk mengejar pendidikan kesetaraan atau kejar paket B atau setara SMP.

”Kalau di sekolah formal kan lebih normatif, karena ada jamnya diatur. Kalau PKBM atau SKB kan lebih fleksibel menyesuaikan dengan kondisi siswa,” jelasnya.

Sedangkan untuk sisa siswa yang belum dijajaki, Ariadi mengatakan akan terus mendekati.

Sebab ada yang ikut orang tuanya ke Kota Denpasar. Sehingga akan dikoordinasikan dengan pimpinan wilayah setempat seperti perbekel atau lurah, agar dapat dibantu melakukan komunikasi.***

Editor : Donny Tabelak
#smp #siswa drop out #disdikpora buleleng