Radarbuleleng.jawapos.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng kini tengah berupaya mengembangkan Buleleng Command Center (BCC).
Mereka berguru ke Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, yang telah lebih dulu memiliki command center pada Jumat (25/4).
BCC yang dimiliki Pemkab Buleleng dikelola oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti).
Tempat tersebut dibuat, agar dapat menjadi pusat data dan informasi serta digitalisasi, berkaitan dengan data yang ada di pemerintah daerah. Bukan sekedar menjadi kantor.
Kota Malang dipilih sebab disana sudah ada Ngalam Command Center (NCC), yang sudah ada sejak 2017 dan dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informasi.
Sementara BCC baru berdiri pada 2024. Selain dengan kesamaan potensi daerah antara Kota Malang dan Kabupaten Buleleng.
Command center memang menjadi salah satu perwujudan dari konsep smart city.
Tentu dengan adanya itu, maka integrasi antar semua program pemerintah beserta dengan sistemnya, akan sangat mudah.
Sehingga masyarakat yang mengakses informasi juga dapat lebih nyaman.
”Command Center bukan hanya menjadi pusat informasi, tapi juga ruang interaktif untuk pelayanan publik. Kami ingin contoh Kota Malang, yang memberi contoh konkret kota yang adaptif terhadap teknologi,” ujar Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna pada Minggu (27/4).
Diketahui kalau NCC mengelola 350 titik CCTV yang memantau situasi di Kota Malang.
Nilai investasinya mencapai Rp 1,5 miliar per tahun untuk operasionalnya. Selain itu dengan sistem integrasi, membuat Kota Malang dapat menyederhanakan 108 aplikasi menjadi 28 aplikasi.
Yang menarik juga, ada layanan pengaduan atau kedaruratan ke command center hingga peta jalur-jalur drainase, listrik, air minum, dan lainnya dalam bentuk digital.
Hal-hal itu hendak ditiru oleh Pemkab Buleleng. Alasannya adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman, juga membantu instansi terkait apabila ada peristiwa kriminal yang terjadi.
Meski saat ini di Dinas Kominfosanti Buleleng baru mengelola sembilan CCTV, yang seluruhnya adalah milik OPD tersebut. Selain membantu dalam pengambilan keputusan kepala daerah.
”Harapannya, dengan pengembangan BCC, akan menambah kemudahan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan publik. Selain dengan memupuk lagi, kepedulian dengan perkembangan situasi di Kota Singaraja,” jelas Supriatna.
Untuk diketahui, BCC memang ada kaitannya dengan sejumlah inovasi di lingkup Pemkab Buleleng.
Seperti portal Satu Data Buleleng yang menghimpun dan mengelola data statistik sektoral Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Kemudian inovasi Sistem Terintegrasi Pelayanan Gawat Darurat atau Si Tri Datu yang melibatkan RSUD Buleleng, Dinas Kominfosanti, Dinas Perhubungan, Dinas Damkar dan Penyelamatan, hingga Polres Buleleng.
Tujuannya untuk meningkatkan waktu respon dalam menangani pasien gawat darurat.***
Editor : Donny Tabelak