SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Viral di media sosial, warga Buleleng mengkritik kerusakan Jalan raya Singaraja-Kintamani melalui konten media sosial.
Warga merasa gerah, karena ruas jalan tersebut tak kunjung diperbaiki. Meski sudah rusak parah selama bertahun-tahun.
Konten itu diunggah oleh pemilik akun facebook Bagus Genjing. Video diunggah pada Rabu (30/4/2025) pukul 15.38 sore.
Dalam video terlihat dua orang warga seolah-olah hendak menanam pohon pisang di jalan yang berlubang.
Belakangan datang seorang pria yang mengendarai mobil. Pengemudi mobil kemudian menegur dua orang yang hendak menanam pohon.
“Woi ngengken ne? Nak engken-engkenan ne? Sing kene carane. Kan keweh dadine anake ngeliwat,” ungkapnya dalam bahasa Bali.
Jika diterjemahkan kalimat itu bermakna, “Woi ada apa ini? Sedang apa ini? Bukan begini caranya. Kan sulit orang mau lewat.”
Pria yang menanam pohon kemudian menjelaskan kondisi jalan rusak. “Men kene rurunge pak. Tingalin to (Begini kondisi jalannya. Lihat itu),” ungkap pria yang hendak menanam pohon.
Video kemudian menunjukkan kondisi jalan yang mengalami rusak parah. Bahkan berlubang cukup dalam. Kondisi itu membahayakan para pengguna jalan, khususnya sepeda motor.
Hingga Kamis (1/5/2025) siang, video tersebut sudah ditayangkan lebih dari 168 ribu kali. Video juga telah dikomentari oleh 355 pengguna facebook, serta dibagikan lebih dari 306 kali.
Kondisi jalan tersebut memang cukup parah. Adapun jalan yang disorot adalah ruas Jalan Raya Singaraja-Kintamani. Tepatnya di wilayah Banjar Dinas Klampuak, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan.
Anehnya di jalur Jalan Raya Tamblang, hanya ruas jalan tersebut yang mengalami kerusakan parah. Tepatnya mulai dari perbatasan Banjar Dinas Tangkid Desa Tamblang, hingga perbatasan Desa Tajun.
Sementara itu jalan dari arah Banjar Dinas Tangkid ke utara, sudah mulus karena diaspal beberapa tahun lalu. Demikian pula jalan dari arah Tajun ke selatan juga sudah mendapat perbaikan.
Konten tersebut tentu saja mendapat berbagai komentar dari para pengguna akun media sosial. Khususnya Facebook.
Pemilik akun Dwitra J. Ariana mendukung langkah para pria yang hendak menanam pisang di tengah jalan. “Sudah benar ditanami pohon jalan-jalan dengan lubang besar agar sepeda tak terperosok,” tulisnya.
Hal serupa juga diungkapkan pemilik akun Made Mahardika. “Pang keto pak, pang sing kiap memotoran (Biarkan begitu pak, biar tidak mengantuk saat berkendara),” tulis pemilik akun.
Dukungan menanam pohon juga datang dari pemilik akun Kevin Pradita. “Luung be jangin biu, yen peteng lewat pang tingalin jalane usak (bagus ditanami pisang, kalau malang lewat biar terlihat jalannya rusak,” ungkap pemilik akun Kevin Pradita.
Kritik juga banyak muncul dari pemilik akun Facebook. Mereka menyoroti lambannya gerakan pemerintah untuk memperbaiki jalan tersebut. Padahal sudah lama rusak.
“Viral malu mare pemerintah ade tindakan (viral dulu baru pemerintah ada tindakan),” tulis pemilik akun Wijaya Dangin
Baca Juga: Viral! Pasangan Sejoli di Buleleng, Bali, Lakukan Aksi Vandalisme
Ungkapan no viral no action juga muncul dari akun lainnya. “Antiange malu pang kanti viral mare ye benaine (tunggu dulu sampai viral, baru diperbaiki),” tulis akun facebook Wiradana Made
Ada pula yang mengkritik dengan satir. “Bali mule seni pak, kayang rurung meukir (Bali memang seni pak, sampai jalan diukir),” tulis akun Gusti Ngurah Dwiantara
“Sing kayu gen amah tetani, kayang aspal amah tetani (bukan hanya kayu dimakan rayap, sampai aspal juga dimakan rayap,” tulis akun Dek Sar
Akun lainnya, Komank Balinese mengkritik sikap pemerintah yang lamban menangani infratsruktur. Tapi untuk urusan memungut pajak, gerak cepat bahkan warga harus bayar tepat waktu bila tidak mau kena denda.
“Asal be mayah pajeg sepanan gati, lewat satu hari be kene denda. Asal be kene matane tekep ne pura-pura sing tepuke. Lewat jalur tamblang neked jumah ngalih tukang urut , telah sakit awake,” tulisnya.
Jika diterjemahkan, komentar itu bermakna “Kalau sudah bayar pajak gerak cepat, terlambat sehari sudah kena denda. Kalau sudah begini, matanya ditutup pura-pura tidak lihat. Lewat jalur Tamblang, sampai rumah cari tukang urut, badan sakit semua,” kata akun Komang Balinese.
Akun lainnya, langsung meminta Gubernur Bali, Wayan Koster memberikan dana untuk perbaikan jalan tersebut.
“Bapak Wayan Koster tolong di perhatikan Singaraja -Kintamani sudah bertahun-tahun jalan provinsi ini tidak pernah diperbaiki,” tulis akun Nyoman Arsana. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya