Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sebelum Ditemukan Meninggal, Kadek Adi Sudah Dilarang Pergi oleh Keluarga

Eka Prasetya • Senin, 5 Mei 2025 | 17:52 WIB

 

Ilustrasi pembunuhan sadis yang dilakukan seorang pelajar SMK di Kalimantan Timur. Bejatnya lagi, jasad ibu dan anak gadisnya juga disetubuhi tersangka.
Ilustrasi pembunuhan sadis yang dilakukan seorang pelajar SMK di Kalimantan Timur. Bejatnya lagi, jasad ibu dan anak gadisnya juga disetubuhi tersangka.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Misteri kematian yang menimpa Kadek Adi Wijaya, 24, warga Banjar Dinas Gambuh, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, belum juga terungkap.

Proses penyelidikan polisi masih buntu karena minimnya bukti yang ditemukan TKP. Saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut juga masih sangat minim.

Kematian Kadek Adi Wijaya memicu duka yang sangat mendalam bagi keluarga. 

Mendiang baru saja menikah. Ditambah lagi sang istri kini dalam kondisi hamil 6 bulan kandungan.

Informasi yang dihimpun Radar Buleleng, korban sempat pamit pergi keluar rumah pada Jumat (2/5/2025) malam. Alasannya, ingin cari angin.

Saat itu korban terlihat gelisah. Diduga karena listrik di rumahnya tak kunjung menyala.

Pihak keluarga sempat melarang Kadek Adi pergi dari rumah. Keluarga bahkan sudah menyembunyikan kunci sepeda motor. Harapannya, Kadek Adi mengurungkan niat pergi dari rumah.

Tapi toh, Kadek Adi tetap memilih pergi dari rumah. Dia memilih pergi berjalan kaki tanpa membawa dompet, uang tunai, maupun handphone. Diduga dia pergi dari rumah sekitar pukul 22.30 malam.

“Memang dari informasi keluarga, korban sempat izin mau bawa motor. Tapi tidak diizinkan. Sehingga korban ini memaksakan jalan kaki,” ungkap Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika, saat ditemui pada Senin (5/5/2025).

Pihak keluarga dan polisi juga belum tahu pasti mengapa korban ngotot keluar rumah pada malam itu. Namun menurut penuturan warga sekitar, korban memang kerap keluar malam tanpa alasan.

“Apakah ada riwayat depresi atau seperti apa, kami belum tahu. Belum dapat informasi jelas terkait riwayat itu,” imbuhnya.

Hingga kini polisi telah memeriksa lima orang saksi terkait peristiwa tersebut. Saksi-saksi itu berasal dari keluarga dan warga di sekitar tempat kejadian.

“Penyelidikan masih berkembang. Bisa saja saksi-saksi nanti bertambah lagi,” tegas Diatmika.

Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan mayat pria tanpa identitas di kawasan Perumahan Grand Lovina, Desa Kalibukbuk, Sabtu (3/5/2025) sekitar pukul 01.00 Wita.

Jenazah pertama kali ditemukan oleh seorang warga setempat, I Gusti Lanang Gede Yasa, yang keluar rumah setelah mendengar gonggongan anjing yang tak biasa. 

Begitu diperiksa, ia melihat sesosok pria tergeletak dalam kondisi mengenaskan, dengan darah mengalir dari kepala sebelah kiri. Diduga akibat kekerasan benda tumpul.

Yasa langsung melaporkan temuan tersebut ke aparat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian. Sayangnya, saat ditemukan, korban tidak membawa identitas apapun.

Belakangan, korban diketahui bernama Kadek Adi Wijaya. Sebelum ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah, korban sempat pamit hendak jalan-jalan kepada keluarganya.

Belakangan dia ditemukan dalam kondisi tewas, sekitar satu kilometer dari tempat tinggalnya.

Hingga kini, polisi masih menggali informasi lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kematian Kadek Adi Wijaya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #Pergi #tkp #selat #kematian #misteri #Polres Buleleng #sukasada #buleleng #gelisah #polisi