Radarbuleleng.jawapos.com- Empat proyek berat dikerjakan selama Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 yang berlangsung selama sebulan penuh di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.
Program strategis ini resmi dibuka pada Selasa (6/5) pagi di Lapangan Kompi Senapan B-C Yonif 900/SBW.
Untuk diketahui, empat program tersebut adalah pembukaan dan perabatan beton jalan usaha tani yang menghubungkan Desa Depeha dan Bukti sepanjang 1.255 meter dengan lebar jalan enam meter lanjut rabat beton selebar empat meter.
Kemudian pekerjaan senderan di empat titik dengan ketinggian satu sampai lima meter. Lalu selokan drainase dan saluran air sepanjang 501 meter.
Lanjut gorong-gorong sepanjang enam meter, lebar 0,80 meter; dan kedalaman 0,55 meter.
Selain itu, ada juga sasaran tambahan berupa pembangunan tiga unit sarana MCK, penanaman 300 pohon mangga, perbaikan tiga unit RTLH, ketahanan pangan, pembersihan pasar, sungai, serta pembagian 200 paket sembako dan 100 paket sekolah.
Ditambah dengan 13 sasaran non fisik berupa penyuluhan.
”TMMD tidak hanya membangun jalan saja. Banyak hal-hal yang kami kerjakan,” ujar Danrem 163/ Wirasatya, Brigjen Ida Idewa Agung Hadisaputra.
Dicontohkannya, kebutuhan air menjadi hal mendasar di sana. Maka dari itu, pembangunan bak reservoar dan pipanisasi sepanjang dua kilometer dilakukan saat TMMD ini.
Ini juga berhubungan dengan pengembangan potensi mangga Depeha, selain dengan akses jalan yang harus diperbaiki.
Sehingga sentra-sentra produksi mangga bisa mengalir ke tempat lain. Tujuannya tentu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
TMMD di Desa Depeha melibatkan 150 orang dari TNI, Polri, dan Pemkab Buleleng, ditambah masyarakat, serta relawan.
Anggaran kegiatan pembangunan fisik dan non fisik berasal dari APBD Pemkab Buleleng senilai Rp 2 miliar.
Rinciannya Rp 1.535.827.385 untuk kegiatan fisik dan Rp 464.172.615 untuk kegiatan non fisik. Ada juga dari Mabes TNI untuk operasional sebesar Rp 484.500.000.
”Sesuai judulnya, memanunggalkan antara TNI dengan rakyat. Slogan danrem dan bupati juga sama, yakni paten,” bebernya.
Sementara itu, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengatakan, kerja sama pembangunan ini menghemat anggaran sampai Rp 2 miliar. Utamanya pembangunan fisik.
Katanya, dengan menggandeng TMMD, maka ikut membantu meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah, khususnya di pedesaan.
Menurutnya, kegiatan ini juga sebagai salah satu momentum penting, untuk memantapkan komitmen dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Karena pembangunan fisik sebenarnya memberikan manfaat kesejahteraan bagi masyarakat juga.
”Kami berharap kegiatan ini tetap ada di setia periode, karena sangat membantu dan bermanfaat sekali, karena sinergi dengan program di Pemkab Buleleng,” ujarnya.
Kedepan, Sutjidra mengaku pembangunan di Buleleng tidak hanya mengandalkan TMMD maupun sejenisnya, tetapi juga dengan semangat gotong royong. Tentu dengan dukungan dana dan partisipasi birokrasi.
Salah satunya dengan melibatkan pihak swasta yang membuka dan menjalankan usaha di Buleleng.
Kata Sutjidra, agar mereka juga memiliki tanggung jawab kepedulian dengan lingkungan dan sesama, melalui CSR atau TJSL.
”Jangan kalau perusahaan-perusahaan itu mencari untung saja di Buleleng, tapi tidak peduli dengan lingkungannya. Jadi diminta CSR-nya, untuk membantu bedah rumah,” tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak