Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Lapor Pak! 50 Warga Terima KB Gratis di Desa Depeha Buleleng

Francelino Junior • Sabtu, 17 Mei 2025 | 03:05 WIB

Pelayanan KB gratis yang dilaksanakan dalam rangka TMMD di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.
Pelayanan KB gratis yang dilaksanakan dalam rangka TMMD di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.

Radarbuleleng.jawapos.cos- Sebanyak 50 orang akseptor atau penerima program di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng mengikuti program Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), yang diselenggarakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 pada Kamis (15/5). 

Pelayanan KB Gratis ini dilaksanakan di Pos Bantu Desa Depeha, yang melibatkan sepuluh tenaga medis dari Dinas P2KBP3A Kabupaten Buleleng dan lima orang tenaga dari Pemerintah Desa Depeha. 

Komandan Satgas TMMD ke-124 yang Komandan Kodim 1609/Buleleng, Letkol Kav Angga Nurdyana mengatakan, kerja sama kegiatan non fisik antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Buleleng, salah satunya dengan pelayanan KB gratis.

Setidaknya menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan pentingnya program KB dalam pembangunan keluarga sejahtera.

”Di sisi lain, tujuan kegiatan ini juga agar generasi muda dapat menekankan pentingnya perencanaan keluarga, dengan tidak menikah di usia dini. Sehingga dapat mempersiapkan diri secara fisik maupun mental untuk kehidupan berkeluarga,” ujarnya.

Selain mengenai MKJP, generasi muda di Desa Depeha juga disusupi dengan semangat nasionalisme, lewat penyuluhan bela negara dan cinta tanah air.

Ini juga salah satu kegiatan non fisik TMMD. Tenti menjadi penting, untuk membentuk karakter dan jiwa nasionalisme generasi muda.

Letkol Angga menyebut, berdasarkan UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, masyarakat sebagai komponen cadangan dalam sistem pertahanan semesta memiliki peran penting.

Yang tak kalah penting, harus diingat empat konsensus dasar kebangsaan yang harus dijunjung tinggi. Yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

”Kesadaran bela negara bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri, tetapi juga seluruh warga negara. Jadi nilai-nilai cinta tanah air, kesadaran berbangsa, dan rela berkorban harus ditanamkan sejak usia dini,” tegasnya.

Semangat nasionalisme dan menjadi penguat jati diri bangsa, diharapkan dapat tumbuh utamanya di wilayah pedesaan.

Ditambah dengan wawasan kebangsaan, maka dapat menjadi benteng dalam menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan.***

Editor : Donny Tabelak
#kontrasepsi #KB #tmmd #Tentara Manunggal Membangun Desa