Radarbuleleng.jawapos.com - Musim hujan kembali melanda Kabupaten Buleleng. Bahkan, hujan terjadi hampir seharian penuh, sejak pagi hingga sore hari.
Tentu turunnya hujan ini, juga membawa dampak resiko yakni penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng pun mengingatkan, pencegahannya tidak hanya melalui pengasapan sarang nyamuk atau fogging, melainkan juga melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) atau yang dikenal dengan 3M Plus.
Hal ini ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Buleleng, I Gede Artamawan.
”Fogging tindakan terakhir, bukan satu-satunya solusi. Karena menangani DBD harus dimulai dari upaya pencegahan berbasis masyarakat seperti PSN dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” katanya pada Minggu (18/5).
Untuk diketahui, kasus DBD di Buleleng belakangan ini menunjukkan tren penurunan signifikan.
Berdasarkan data Dinkes Buleleng, pada Februari 2025 tercatat 314 kasus, kemudian turun menjadi 276 kasus pada Maret, dan turun drastis menjadi 160 kasus pada April.
Tentu untuk kembali menekan angka DBD di Buleleng, yang perlu dilakukan adalah 3M Plus.
Yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.
Selain itu, ada juga Plusnya antara lain menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk, memeriksa tempat-tempat yang digunakan untuk penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi yang ada di rumah.
Selanjutnya melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan secara bersama, meletakkan pakaian yang telah digunakan dalam wadah yang tertutup, memberikan larvasida pada penampungan air yang susah untuk dikuras, dan memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.
”PSN yang dilakukan sendiri-sendiri tidak akan efektif. Harus serentak, agar jentik di semua rumah bisa dibasmi bersama-sama. Itulah kunci pengendalian DBD yang efektif,” tegas Plt. Artamawan.
Pihaknya menjelaskan, kunci utama dalam pencegahan DBD adalah keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan menghilangkan potensi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Ini penting dilakukan, agar masyarakat tidak lengah karena angka kasus yang menurun.***
Editor : Donny Tabelak