Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sastrawan Putu Satria Kusuma Luncurkan Novel Baru. Angkat Kisah Jayaprana Layonsari

Eka Prasetya • Rabu, 28 Mei 2025 | 00:04 WIB

 

KISAH CINTA: Sastrawan Putu Satria Kusuma meluncurkan novel Jayaprana Layonsari yang mengangkat kisah cinta di Buleleng.
KISAH CINTA: Sastrawan Putu Satria Kusuma meluncurkan novel Jayaprana Layonsari yang mengangkat kisah cinta di Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sastrawan asal Banyuning, Buleleng, Putu Satria Kusuma meluncurkan novel terbarunya. Novel itu berjudul “Kisah Cinta dari Bali Utara, Jayaprana Layonsari”.

Karya sastra itu telah diluncurkan pada 10 Mei 2025 lalu. Kini pada Selasa (27/5/2025), Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Buleleng menggelar bedah buku.

Agenda bedah buku berlangsung di Aula STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Bedah buku menghadirkan Duta Baca Buleleng, dr. Putu Sukedana sebagai narasumber, Putu Satria Kusuma sebagai penulis, serta Putu Mardika sebagai moderator.

Putu Satria mengungkapkan, ia telah melakukan riset kisah cinta Jayaprana Layonsari sejak tahun 1991 silam.

Dari riset-riset itu, Satria sudah menghasilkan beberapa karya. Seperti naskah drama, film Jayaprana Layonsari yang sempat diputar di bioskop, dan terakhir novel yang baru diluncurkan pada awal Mei.

“Novel Jayaprana Layonsari ini karya puncak yang saya hasilkan sejak saya melakukan riset tentang kisah cinta ini,” kata Putu Satria.

Menurut Satria, dalam menulis novel tersebut dia harus berkutat selama setahun. Ia menghimpun berbagai data dan draft yang bertebaran.

Dia pun berhasil menghimpun sejumlah fakta-fakta baru. Diantaranya soal nama asli sosok Layonsari.

“Nama sebenarnya adalah Sekarsari. Setelah meninggal, menjadi mayat, akhirnya disebut Layonsari,” ujarnya.

Selain itu ada juga tafsiran yang menganggap bahwa cerita Jayaprana dan Layonsari merupakan sebuah fiksi belaka.

Selain itu dia juga menemukan babad yang menyebutkan bahwa Raja Kalianget bukanlah raja yang gila alias Raja Buduh. Melainkan raja yang kena kutuk.

“Saat itu Beliau yang berstana di (gunung) Batukaru melarang raja mengalirkan air ke Kalianget. Tapi raja menjawab, ketimbang rakyatnya mati, maka dia yang berkorban. Sehingga dia kena kutuk. Itu menjadi pegangan masyarakat dalam geguritan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Satria mengatakan, novel yang ia tulis merupakan sebuah kisah yang sakral. Sehingga dia tidak ingin mengubah substansi, apalagi memparodikan kisah tersebut.

Sebelum menggarap novel itu, Putu Satria melakukan persembahyangan sekaligus matur piuning di sejumlah pura untuk memohon restu. Diantaranya di Pura Jayaprana, Pura Prabu, Pura Jaran Guyang, Pura Lesung, Pura Teluk Terima, serta Sumur Pelukatan di Teluk Terima.

“Saya memohon agar diizinkan menulis dan menyampaikan kisah beliau kepada masyarakat,” ujarnya.

Kini novel yang ia tulis telah dicetak secara mandiri. Satria mengungkap dia hanya mencetak sebanyak 500 eksemplar saja. Yang dijual hanya sebanyak 400 eksemplar saja.

Satria berharap agar kisah tersebut bisa menginspirasi generasi muda maupun pemerintah, bahwa ada kisah cinta yang sarat makna di Buleleng.

“Kalau di luar negeri ada kisah Romeo dan Juliet, kita di Buleleng itu ada lho. Ini bisa dikemas menjadi sebuah destinasi, menjadi sebuah kisah, bahkan digarap menjadi sebuah cinderamata. Romeo Juliet saja dihargai, kenapa Jayaprana Layonsari tidak,” demikian Satria.

Asal tahu saja, Putu Satria Kusuma bukan hanya seorang sastrawan. Dia juga seorang dramawan yang telah melahirkan berbagai karya drama. Satria juga seorang filmmaker yang telah menghasilkan berbagai film fiksi dan dokumenter. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #film #Banyuning #cinta #bioskop #drama #jayaprana #layonsari #bedah buku #riset #buleleng #sastrawan #perpustakaan #novel