Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Akulturasi Budaya Menggema Lewat Festival Bedug di Buleleng

Eka Prasetya • Jumat, 6 Juni 2025 | 19:49 WIB

 

FESTIVAL BEDUG: Suasana Festival Bedug yang diselenggarakan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Buleleng.
FESTIVAL BEDUG: Suasana Festival Bedug yang diselenggarakan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Akulturasi budaya menggema dalam Festival Bedug antar masjid se-Kabupaten Buleleng, yang digelar oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Buleleng.

Festival tersebut diselenggarakan di Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis (5/6/2025) malam, dengan melibatkan puluhan remaja masjid di seluruh Buleleng.

Pagelaran itu pun menyedot perhatian masyarakat Buleleng. Utamanya yang memeluk agama Islam.

Ajang tersebut menjadi wahana untuk menyampaikan akulturasi budaya antara umat muslim dengan umat Hindu.

Seperti yang dilakoni oleh Remaja Masjid Taman Sari, Kelurahan Kampung Baru. Mereka mengikuti Festival Takbir dengan cara memadukan bedug bersama gamelan Bali. 

Adapun gamelan yang dihadirkan adalah ceng-ceng dan terompong. Praktis hal itu menyita perhatian penonton yang hadir.

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna yang hadir dalam acara tersebut, turut mengapresiasi pagelaran Festival Bedug 2025.

“Tidak terasa waktu setahun berjalan. Saya masih ingat tahun lalu hadir saat Festival Bedug yang diselenggarakan PHBI. Tahun ini sudah dilaksanakan kembali,” kata pria yang akrab disapa Supit itu.

Supit mengatakan, Festival Bedug menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi masyarakat. Khususnya umat muslim.

Lebih lanjut Supit menjelaskan, Idul Adha sebenarnya mengandung makna yang sangat universal. Yakni mengesampingkan kepentingan pribadi dan mendahulukan kepentingan masyarakat.

Berdasarkan filosofi tersebut, Supit menyatakan bahwa Pemkab Buleleng akan merangkul seluruh lapisan masyarakat di Buleleng.

“Kami menegaskan komitmen Pemkab Buleleng dalam mengimplementasikan pembangunan di segala bidang, termasuk di bidang keagamaan. Lewat festival ini saya mengajak seluruh tokoh agama untuk membangun kebersamaan, kerukunan, toleransi, dan rasa saling percaya untuk menciptakan kondusifitas di daerah,”  tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Supit juga mengajak seluruh masyarakat Buleleng untuk menjaga kebersihan lingkungan. Caranya, dengan membuang sampah pada tempatnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #akulturasi #hindu #bedug #Gede Supriatna #agama #masjid #muslim #islam #pemkab buleleng #pelabuhan #remaja #gamelan #Supit #budaya #PHBI #buleleng #wakil bupati #toleransi #festival