Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Rombongan Wisata hanya Numpang Lewat, Begini Permintaan Kementerian Pariwisata

Francelino Junior • Senin, 23 Juni 2025 | 18:05 WIB

 

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) RI, Ni Luh Puspa mengatakan, banyaknya DTW di wilayah 3B wajib dikuatkan. Sebab sebelumnya bus-bus pariwisata maupun rombongan wisata hanya ”numpang lewat” saja.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) RI, Ni Luh Puspa mengatakan, banyaknya DTW di wilayah 3B wajib dikuatkan. Sebab sebelumnya bus-bus pariwisata maupun rombongan wisata hanya ”numpang lewat” saja.

Radarbuleleng.jawapos.com- Paket wisata 3B (Banyuwangi, Bali barat/Jembrana, dan Bali utara/Buleleng) kini terus digulirkan.

Untuk memperkuat paketnya, kini Buleleng dan Jembrana diminta memetakan destinasi tujuan wisata (DTW)-nya masing-masing.

Sehingga ketika berjalan normal, sudah ada lokasi-lokasi jelas yang akan dikunjungi wisatawan. 

Pemetaan ini menjadi satu yang dibahas dalam Forum Penguatan Amenitas dan Aksesibilitas Dalam Rangka Mendukung Paket Wisata 3B, yang digelar oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, pada Minggu (22/6) pagi di Wantilan Desa Wisata Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. 

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) RI, Ni Luh Puspa mengatakan, banyaknya DTW di wilayah 3B wajib dikuatkan.

Sebab sebelumnya bus-bus pariwisata maupun rombongan wisata hanya ”numpang lewat” saja di wilayah Banyuwangi, Jembrana, dan Buleleng. Hal itu menjadi keluhan kepala daerah di wilayah itu.

”Silahkan teman-teman daerah punya kewenangan atas DTW-nya. Nanti kami support, tapi harus destinasi yang regeneratif. Jadi semuanya harus menciptakan wisata yang sustainable,” ujarnya. 

Dilanjutkannya, Paket Wisata 3B yang diluncurkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno pada September 2024, diharapkan dapat memecah konsentrasi dan kepadatan wisatawan yang dominan berlibur di wilayah Bali selatan. 

Harapannya adalah wisatawan dapat turun di Bandara Banyuwangi, kemudian dengan kapal cepat pergi ke Bali barat lanjut utara. Kalau bisa lanjut ke Bali timur, sebab jalurnya yang searah.

Wamenpar Puspa mengatakan, semua negara menjadi target pasar Paket Wisata 3B.

Namun untuk sementara Kemenpar RI memetakan wisatawan Tiongkok yang menjadi target, sebab mereka kerap men-charter pesawat.

Maka dari itu, Kemenpar akan mengupayakan mereka turun sebagian di Banyuwangi, bukan di Denpasar, kerja sama dengan operator turnya, agar mengikuti Paket Wisata 3B.

Sales missions selalu kami lakukan untuk mendorong dan mendongkrak jumlah wisatawan Tiongkok. Karena menjadi target pasar. Nanti juga Paket Wisata 3B bisa dibawa dalam berbagai sales missions yang Kemenpar RI lakukan,” harap Puspa. 

Meski mendorong agar Paket Wisata 3B ini dapat berjalan normal dan optimal, namun ada kendala yang dihadapi di Buleleng. Yakni belum adanya dermaga yang memadai di Pantai Lovina, sebagai tujuan akhir dari paket ini. Sebab dermaga yang ada ternyata tidak memadai. 

Kemenpar mengaku ikut memikirkan solusinya juga. Sehingga paket wisata yang inovatif itu tidak hanya sekedar seremonial belaka, namun menjadi pemecah solusi yang nyata.

Begitu juga dengan upaya-upaya penguatannya. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Pantai Boom di Banyuwangi, yakni sudah ada kapal cepat dan dermaga. 

”Untuk sementara jalur yang kami buka dari Banyuwangi ke Pelabuhan Gilimanuk. Sedangkan dermaga Lovina, kami upayakan ada investor yang bangun,” tandas Wamenpar Puspa.***

Editor : Donny Tabelak
#banyuwangi #kemenpar #jembrana #daerah tujuan wisata #lovina #Wakil Menteri Pariwisata #buleleng