Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Investigasi Truk Molen Maut di Jalan Raya Singaraja- Kintamani, Dishub: Gagal Pengereman

Francelino Junior • Rabu, 2 Juli 2025 | 23:03 WIB

 

Investigasi yang dilakukan Dishub Buleleng terkait teknis penyebab truk molen DK 8138 AT mengalami laka lantas maut di Jalan Raya Singaraja-Kintamani.
Investigasi yang dilakukan Dishub Buleleng terkait teknis penyebab truk molen DK 8138 AT mengalami laka lantas maut di Jalan Raya Singaraja-Kintamani.

Radarbuleleng.jawapos.com- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng menyebut truk mixer atau molen dengan nomor polisi (nopol) DK 8138 AT yang dikemudikan Irin Supandi, 50, dan Gede Suryawan, 46, kecelakaan karena gagalnya pengereman kendaraan.

Sekadar diketahui, truk molen ini terlibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) maut di Jalan Raya Singaraja- Kintamani wilayah Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan pada Minggu (29/6) petang.

Hal ini yang mengakibatkan kendaraan berat itu meluncur hingga menyebabkan korban jiwa dan kerusakan.

Kepala Dishub Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra menjelaskan, pihaknya telah melakukan investigasi pada Senin (30/6), untuk mengungkap penyebab laka lantas secara teknis.

Dalam investigasi, Dishub Buleleng menerjunkan tiga orang penguji senior, dua diantaranya merupakan penguji khusus kendaraan berat.

Pemeriksaan ini dilakukan, sebagai bagian dari evaluasi awal terhadap kondisi kendaraan, termasuk sistem pengereman, kelayakan ban, serta komponen penting lainnya yang berpotensi menjadi penyebab kecelakaan.

Pemeriksaan teknis pasca laka lantas pun penting dilakukan, guna mendukung proses investigasi hukum. 

Gunawan mengatakan, hasil investigasinya adalah gagalnya fungsi pengereman. Sebenarnya itu bisa diatasi dengan memasukan gigi besar ke kecil.

Pihaknya menduga sopir sudah melakukannya, tetapi karena saat itu rem blong dan kecepatan tinggi, sehingga gagal terwujud perpindahan gigi itu.

”Karena rem blong, jadi tidak bisa masuk giginya, sehingga jadi gigi netral. Makanya sudah jalan menurun, fungsi rem tidak berfungsi, giginya netral, ditambah muatan berat, itulah yang timbulkan laka lantas,” ujarnya pada Selasa (1/7) siang.

Apakah kendaraan laik jalan? Dishub Buleleng tidak berani berkomentar. Sebab kendaraan berat itu nopolnya berada di wilayah Kota Denpasar, yang artinya Dishub Kota Denpasar yang bisa menjawabnya.

Sebab truk molen itu harus melakukan uji KIR sesuai dengan lokasi pengawasannya.

Sedangkan Dishub Buleleng hanya bisa menginvestigasi saja, mengingat laka lantas terjadi di wilayah Bali utara.

”Berdasarkan data otentik yang ada, pemilik kendaraan belum melaksanakan uji KIR. Laik dan layak jalannya, itu Dishub Kota Denpasar yang bisa jawab, karena truk itu platnya Denpasar,” tutup Gunawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) maut terjadi di Jalan Raya Singaraja-Kintamani KM 13 tepatnya di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng pada Minggu (29/6) sekitar pukul 18.00 Wita. Akibatnya, satu orang menjadi korban jiwa dengan kondisi mengenaskan.

Laka lantas maut itu melibatkan truk mixer atau molen Nissan dengan nomor polisi (nopol) DK 8138 AT yang dikemudikan oleh Irin Supandi, 50, warga Kabupaten Sumbawa, NTB dan Gede Suryawan, 46, warga Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng.

Selain itu, yang terlibat adalah sepeda motor Honda Grand nopol DK 3187 UI yang dikendarai oleh Nyoman Budiasa, 58, warga Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan.

Peristiwa ini berawal dari datangnya truk roda enam itu dari arah selatan (Kintamani) menuju ke utara (Singaraja).

Sementara Budiasa duduk di atas sepeda motornya yang terparkir di pinggir jalan. Posisinya di sebelah barat jalan.

Ia diketahui menunggu istrinya yang sedang berbelanja di salah satu warung di pinggir Jalan Raya Singaraja-Kintamani.

Namun tanpa aba-aba, seketika truk molen yang dikemudikan Irin Supandi melaju dengan kecepatan tinggi karena rem blong, ditambah kondisi jalan yang mulai menurun.

Akhirnya kendaraan berat itu menabrak Budiasa hingga terpental sejauh sepuluh meter. Budiasa diketahui anggota linmas Kubutambahan.

Dari rekaman CCTV, truk tersebut nyaris menabrak kendaraan minibus Isuzu Elf yang mendahului.

Namun dalam hitungan detik, ternyata kendaraan roda enam itu sudah menabrak dan menimbulkan korban jiwa.

”Kendaraan roda enam terjadi kegagalan pada pengereman. Sehingga tidak dapat mengendalikan kendaraannya. Kemudian menabrak korban Budiasa, hingga meninggal dunia,” ujar Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Bachtiar Arifin pada Senin (30/6) siang.***

Editor : Donny Tabelak
#Dishub Buleleng #kecelakaan #Polres Buleleng #truk molen