Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bupati Buleleng Dorong Gerakan Palemahan Kedas, Kendalikan Sampah dari Sumber

Eka Prasetya • Selasa, 8 Juli 2025 | 15:45 WIB
KENDALIKAN SAMPAH: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mendorong pengendalian sampah melalui gerakan palemahan kedas.
KENDALIKAN SAMPAH: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mendorong pengendalian sampah melalui gerakan palemahan kedas.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menegaskan komitmennya dalam menangani persoalan sampah dengan mendorong penerapan gerakan PADAS (Palemahan Kedas) di setiap desa dan desa adat. 

Gerakan tersebut diyakini menjadi strategi kunci dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Gerakan itu menitikberatkan pada pengurangan volume sampah sejak dari rumah tangga.

“Setiap desa tidak boleh lagi hanya mengumpulkan dan membuang sampah. Sampah harus dikelola terlebih dahulu, minimal seperti teba modern,” tegas Sutjidra.

Palemahan kedas, yang berarti lingkungan bersih, merupakan gerakan yang mengajak masyarakat untuk melihat sampah sebagai potensi yang bisa dimanfaatkan kembali. 

Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik seperti plastik dan kertas dapat didaur ulang menjadi produk bernilai guna.

Program ini juga menjadi bagian dari penataan menyeluruh dalam pengelolaan sampah di Buleleng, sekaligus menindaklanjuti temuan keberadaan TPA ilegal di beberapa titik.

“Ini sejalan dengan kebijakan Pemprov Bali. Jika masih ada tempat pembuangan sampah liar, akan kami beri sanksi, sekaligus pendampingan oleh petugas teknis,” kata Sutjidra.

Menurut Bupati Sutjidra, tantangan terbesar bukan hanya pada teknis pengelolaan, tetapi perubahan pola pikir masyarakat yang masih terbiasa membuang sampah tanpa memilah atau mengelola terlebih dahulu. Karena itu, edukasi dan pendampingan akan terus digencarkan.

“Yang penting, Padas ini harus kita terapkan bersama-sama. Ini bukan hanya program, tapi gerakan perubahan,” ujarnya.

Untuk sisa sampah atau residu yang tidak bisa diolah di tingkat rumah tangga, Pemkab Buleleng telah menyiapkan lokasi pengolahan di masing-masing kecamatan. Fasilitas ini akan menjadi solusi akhir bagi sampah yang tidak bisa dimanfaatkan lagi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#rumah tangga #bupati #desa #Nyoman Sutjidra #Desa adat #sampah #kompos #buleleng