Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Cegah Stunting di Bali Utara, Orang Tua Asuh Diminta Digalakkan Lagi

Francelino Junior • Kamis, 10 Juli 2025 | 13:54 WIB

 

Pemkab Buleleng akan menggalakkan kembali program Orang Tua Asuh Balita Stunting, sehingga tidak ada lagi stunting di Bali utara.
Pemkab Buleleng akan menggalakkan kembali program Orang Tua Asuh Balita Stunting, sehingga tidak ada lagi stunting di Bali utara.

Radarbuleleng.jawapos.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng meminta agar program Orang Tua Asuh Balita Stunting, kembali digalakkan.

Sebab melalui kegiatan tersebut, maka masyarakat diajak untuk berperan aktif dalam mencegah stunting di Bali utara.

Wakil Bupati (Wabup) Buleleng, Gede Supriatna mengatakan, angka stunting di Buleleng mengalami penurunan selama lima tahun terakhir.

Pada 2019, prevalensi stunting yakni 22,05 persen; turun menjadi 6,2 persen di 2023. Sedangkan 2024, angka itu diproyeksikan kembali turun menjadi 2,6 persen.

”Maka dengan itu, program orang tua asuh balita stunting juga harus digalakkan. Sebab masyarakat akan mendukung aktif, dengan memberikan dukungan berupa makanan bergizi, akses air bersih, dan edukasi bagi keluarga rawan stunting,” ujarnya pada Rabu (9/7).

Tentu dengan itu juga, pihaknya mendorong OPD untuk menyusun program dan anggaran, yang memang terfokus pada penanganan stunting, dalam rencana kerja 2026.

Kemudian desa dan kelurahan yang ditetapkan sebagai lokus stunting, akan menjadi dasar penyusunan program kerja lintas sektor.

Sebab Pemkab Buleleng, kata Supriatna, ingin menjadikan stunting prioritas utama dalam rencana kerja di 2026.

Maka dari itu, perlu adanya kerja kolaboratif berbagai pihak mulai dari tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, sektor swasta, hingga keterlibatan keluarga.

”Masih ada anak-anak yang tumbuh tanpa gizi cukup, masih ada keluarga yang belum memahami pentingnya pola asuh sehat. Tugas kita belum selesai,” tegas wabup Buleleng itu.

Menurutnya, stunting bukan sekedar gizi saja, tetapi menyangkut kualitas generasi penerus, daya saing daerah, dan keberlanjutan pembangunan. Tentu saja ini menjadi tanggung jawab bersama.

Seluruh pihak pun diharapkan melibatkan hati dan tenaga dalam memutus mata rantai stunting. Harapannya agar anak-anak Buleleng tumbuh sehat, cerdas, dan kuat.***

Editor : Donny Tabelak
#balita #pemkab buleleng #orang tua asuh #stunting #bali utara