Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sekolah Adat Manik Empul Kenalkan Budaya Bali Aga Pedawa ke Kancah Internasional

Eka Prasetya • Jumat, 25 Juli 2025 | 12:49 WIB

 

BUDAYA PEDAWA: Para pemuda dari sejumlah negara saat mengunjungi Desa Pedawa. Mereka mempelajari budaya di Desa Pedawa yang merupakan salah satu desa Bali Aga di Buleleng.
BUDAYA PEDAWA: Para pemuda dari sejumlah negara saat mengunjungi Desa Pedawa. Mereka mempelajari budaya di Desa Pedawa yang merupakan salah satu desa Bali Aga di Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Sekolah Adat Manik Empul di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, menjadi rujukan para pemuda di kancah internasional.

Kemarin (24/7/2025), puluhan pemuda dari berbagai negara yang tergabung dalam Global Youth Forum berkunjung ke sekolah adat pertama di Bali tersebut.

Mereka menyaksikan langsung upaya pelestarian budaya Bali Aga yang digarap serius oleh anak-anak muda di Desa Pedawa.

Kunjungan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Sekolah Adat Manik Empul dan Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN). Tujuannya, mengenalkan program revitalisasi, inventarisasi, konservasi, dan kajian budaya khas Pedawa kepada dunia internasional.

Kelian Desa Adat Pedawa, Wayan Sudiastika menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya kunjungan itu menjadi momen berharga bagi generasi muda Pedawa.

“Ini kesempatan berharga untuk mengenalkan budaya Pedawa lebih luas lagi. Budaya kami berbeda dari Bali pada umumnya,” ujarnya.

Baca Juga: Polres Buleleng Beri Bantuan dan Layanan Medis untuk Lansia di Pedawa

Selain mempelajari budaya Pedawa, para pemuda dari sejumlah negara itu juga mengenalkan budaya dari negara mereka masing-masing.

Seperti Filipina, Kamboja, Peru, Myanmar, India, Bolivia, Brazil, Honduras, Ekuador, Kolombia, Panama, Guatemala, hingga Argentina. Rata-rata mengenalkan tarian tradisional mereka.

Selain pertukaran budaya, para peserta juga diajak melihat langsung proses pembuatan gula aren, mengunjungi rumah adat Bandung Rangki, serta proyek konservasi air di kawasan Kayuan Gelunggang. 

“Kami ingin menunjukkan program konservasi dan pelestarian budaya yang selama ini kami jalankan,” kata Ketua Sekolah Adat Manik Empul, I Wayan Sadyana.

Asal tahu saja, Sekolah Adat Manik Empul baru berdiri pada tahun 2024 lalu. Sekolah berdiri sebagai bentuk kegelisahan anak-anak muda Pedawa terhadap laju perubahan budaya yang kian menggerus identitas lokal. 

Sejak dikukuhkan, sekolah tersebut langsung bergerak cepat menyelamatkan berbagai warisan budaya yang nyaris punah.

Salah satu pencapaian yang berhasil mereka lakukan adalah merekonstruksi tiga jenis tari rejang sakral. Tari itu adalah Rejang Sirigkuri, Rejang Kepet, dan Rejang Pengecek Galuh. 

Setelah 50 tahun tidak pernah ditarikan, ketiga tarian itu akhirnya dipentaskan kembali dalam upacara Saba Ngelemekin di Pura Bingin pada 15 Januari 2025 lalu. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #bali aga #pemuda #Desa adat #budaya #sekolah #buleleng #Adat #konservasi