Radarbuleleng.jawapos.com- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng rencananya akan ditata ulang.
Penyesuaian ini dilakukan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pelayanan kesehatan.
Penataan ulang RSUD Buleleng direncanakan mulai terlaksana tahun depan dan dikerjakan secara bertahap atau multi-year.
Penataan ruang poliklinik dan unit perawatan gawat darurat menjadi prioritas utama.
Sebab fasilitas kesehatan itu dinilai menanggung beban berat, hingga tidak mampu menampung jumlah pasien yang terus meningkat.
”Beberapa ruangan sudah lama, dan tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Bahkan RSUD Buleleng bisa dikatakan overcrowded. Jadi harus ada renovasi,” ujar Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra dalam kunjungan lapangan ke RSUD Buleleng pada Kamis (24/7).
Katanya, penataan ulang rumah sakit plat merah ini, juga sejalan dengan visi dan misi pemerintahan Sutjidra-Supriatna dalam memimpin Buleleng selama lima tahun kedepan.
Dalam visi tersebut, pelayanan kesehatan menjadi salah satu fokus utama pembangunan daerah.
Sehingga mengajak Dinas PUTR dan Bappeda Buleleng, agar dapat dirumuskan pembangunannya.
Bupati Sutjidra berharap, pembenahan yang dirancang secara matang, akan membuat RSUD Buleleng ke depan menjadi rumah sakit yang terus mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat dengan lebih baik.
Sarana dan prasarana dinilai menjadi hambatan utama, dalam pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat.
Meski ketersediaan tenaga medis yang sudah cukup. Alasannya, banyak pasien poliklinik yang menunggu hingga meluber ke luar gedung utama. Hal ini membuat pasien lain menjadi kurang nyaman.
Maka dari itu, ditekankan agar masyarakat yang berobat ke RSUD Buleleng, tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan.
Tetapi disisi lain, mendapatkan suasana nyaman, sehingga mempercepat proses kesembuhan.
”Semakin bertambah penduduk, pasti akan bertambah juga kebutuhan akan layanan kesehatan. Jadi ini memang harus segera ditata,” tegas Sutjidra.***
Editor : Donny Tabelak